KKP Grebek Perdagangan Ikan Dilindungi di Lombok NTB

Petugas KKP bersama aparat kepolisan saat menurunkan barang bukti berupa sirip dan tulang ikan dilindungi yang berhasilkan diamankan dari tersangka
MATARAM – Aparat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menggerebek pelaku perdagangan daging yang berasal dari hewan-hewan yang dilindungi seperti Pari Manta dan sirip Hiu Paus di Tanjung Luar, Lombok Timur.
“Penggerebekan dilakukan atas dasar pengembangan penangkapan yang telah terjadi di Surabaya, Cirebon dan Bali yang mengarah ke Provinsi Nusa Tenggara Barat” kata Agustiawan, Kepala Seksi Pengawasan Ekosistem Perairan, Ditjen PSDKP di Mataram, Selasa (23/6/2015).
Agus mengatakan pihaknya berhasil menangkap tangan pelaku penjual daging hewan yang dilindungi. Pelaku sendiri merupakan target yang sudah diincar dan diperkirakan daging yang berhasil ditemukan mencapai satu ton.
  
Dikatakannya, KKP juga berhasil mengamankan dua orang MA dan MR yang diduga menjadi pengepul. Dimana, sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Namun, jika terbukti mereka bersalah maka bisa dikenakan ancaman 6 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 Miliar.
“Hiu Paus dan Pari Manta merupakan hewan yang dilindungi. Oleh karena itu KKP berharap agar masyarakat bisa melaporkan jika menemukan oknum-oknum yang memperdagangkan hewan tersebut,”katanya.
Ditambahkan Agus, pelaku yang ditangkap sekarang ini masih satu jaringan dengan yang ditangkap di Surabaya. Dimana, kasus disana mengarah kesini. Untuk sementara, Lombok paling besar jalur perdagangan hiu yang dilindungi.
Mubarak, Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan Labuhan Lombok mengatakan pihaknya berhasil mengamankan sembilan karung yang berisi pari Manta dan Sirip Hiu paus serta insang ukuran kecil dan besar. Selain itu, pihaknya juga mengamankan tulang pari Manta.
Menurutnya, berdasarkan pengakuan pelaku, satu kg insang pari Manta dihargai Rp 1 juta. Sementara, untuk ukuran kecil hanya Rp 500 ribu.
“Jumlah barang bukti berupa sembilan karung yang berisi insang pari manta, tulang manta dan tulang hiu. Serta, satu set sirip hiu paus mencapai 6 kg serta tulang pari manta” katanya.
Ia menuturkan,  saat penggerebakan pelaku perdagangan tengah bertransaksi dengan para pembeli. Namun, saat penangkapan pembeli berhasil kabur terlebih dahulu. Barang dagangan tersebut direncanakan akan di ekspor ke China untuk bahan obat dan dimakan.
Pelaku perdagangan, MA mengaku barang-barang miliknya sudah lama diperoleh sebelum ada peraturan tentang larangan menangkap hewan-hewan yang dilindungi. Biasanya dirinya menjual kepada pengusaha yang berada di Surabaya.
BB sirip hiu
——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...