Komunitas Menggambar “Penahitam” yang Berawal dari Pameran di Warung Kopi

Anggota Komunitas Penahitam
MALANG – Penahitam merupakan salah satu komunitas menggambar yang juga difungsikan untuk tempat belajar menggambar dan berkegiatan bersama tanpa melihat suku, ras, agama gender maupun golongan. 
Menurut Hardian salah satu anggota Penahitam, komunitas ini didirikan oleh empat orang remaja Malang yaitu Rio Krisma, Pain Sugar, Mutant Komando dan Muchlis Huda pada tanggal 21 Januari 2010. Berawal dari kegemaran empat orang remaja ini akan dunia menggambar, kemudian mereka mengadakan pameran karya mereka di sebuah warung kopi di daerah Malang.
Dari karya-karya yang mereka tampilkan di pameran tersebut kemudian mereka sebarkan melalui media jejaring sosial, dan rupanya karya mereka disambut baik oleh masyarakat yang tertarik akan gambar. 
Dari situlah keempat remaja ini kemudian memiliki ide untuk membuat suatu komunitas menggambar dan mereka beri nama Penahitam.
“Dan ini mendapat respon baik dalam grup di jejaring sosial yang sekaligus mendapatkan lebih banyak lagi anggota,” jelas Hardian di Malang, Selasa (23/6/2015).
Seiring berjalannya waktu, dari yang awalnya Penahitam hanya berada di Batu dan Malang saja, kini komunitas Penahitam sudah tersebar di 14 kota di Indonesia diantaranya Surabaya, Jember, Jakarta, Semarang bahkan sampai di luar pulau Jawa seperti Makasar dan Samarinda dengan anggotanya yang sudah mencapai ribuan orang.
Salah satu anggota, Menara menjelaskan, tidak ada aliran gambar tertentu di dalam komunitas ini. Bahkan orang yang tidak bisa menggambarpun juga bisa bergabung karena selain berupa gambar, anggota Penahitam juga bisa menampilkan karya lain berupa foto maupun video.
“Sehingga siapa saja bisa masuk menjadi anggota Penahitam,” jelasnya.
Selain sering mengadakan pameran dan juga belajar menggambar bersama, Penahitam juga sudah menerbitkan Fanzine yang merupakan majalah dengan edisi terbatas yang berisi kumpulan-kumpulan hasil karya dari anggota Penahitam dan sudah didistribusikan di kota-kota yang ada di Indonesia bahkan juga ke luar Negeri seperti Malaysia, Singapura dan juga Australia, ucap menara. 
“Selain melalui majalah, Penahitam juga menuangkan hasil karyanya di dalam T-shirt yang dijual,” jelas Menara.
Tujuan dari Penahitam sendiri adalah untuk membuka ruang berkomunikasi antara seniman, ilustrator, desain grafis, musisi serta mendukung seniman muda untuk terus berkarya, berteman, berbagi dan juga bersenang-senang, tutur Alif anggota Penahitam yang lain.
——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...