KSOP dan APJASS Tindaklanjuti Keluhan Harga Kantin di Kapal

Pemeriksaan harga barang di kantin kapal
LAMPUNG – Adanya keluhan terkait tingginya harga makanan dan minuman pada kantin kantin di atas kapal kapal Roll ON Roll Off (Roro)  yang berlayar di Selat Sunda ditanggapi serius oleh petugas Otoritas dan Kesyahbandaran pelabuhan Bakauheni (KSOP) serta Asosiasi Pengusaha Perdagangan Umum dan Jasa Selat Sunda (APPJASS). Keluhan tersebut diantaranya ditujukan kepada pemilik usaha kantin yang menjual makanan dan minuman di atas harga standar sehingga membuat penumpang kecewa.
Menindaklanjuti adanya keluhan terhadap situasi tersebut Ferry, yang mewakili Kepala Otoritas pelabuhan Bakauheni Captain Joshua M.Anthonie bersama ketua APJJASS Ivan Rijal serta anggota KSOP Bakauheni mengecek satu persatu kantin yang ada di kapal kapal Selat Sunda yang bersandar di Pelabuhan Bakauheni.
Salah satu kapal Roro yang dilakukan pemeriksaan diantaranya KMP Windu Karsa Dwitya (WKD) yang bersandar di dermaga I pelabuhan Bakauheni. Di kapal tersebut ditemukan kantin yang menjual makanan dan minuman ringan dengan memasang tabel harga sehingga penumpang yang naik ke atas kapal tersebut tidak terkena “jebakan Batman” atau tertipu karena kantin tak menyertakan daftar harga.
“Ada konsumen yang mengaku kecewa karena saat membeli makanan dan minuman tanpa menanyakan harga terlebih dahulu dan bahkan sudah makan minum ternyata harganya dua kali lipat dari harga normal,”ungkap Ferry saat dikonfirmasi media CND di atas KMP Windu Karsa Dwitya, Rabu (24/6/2015).
Fery mengaku setelah mendapat laporan dari konsumen terkait keluhan harga di kapal ia berharap agar pemilik kantin, penjual makanan minuman di kapal menetapkan harga standar dan bahkan memasang daftar harga. Selain itu meskipun harga berbeda dengan di darat namun diharapkan harga stabil dan sewajarnya.
“Hak konsumen untuk mengetahui harga barang yang akan dibeli sebelum barang tersebut dinikmati agar tidak kecewa saat harga jauh berbeda dengan di darat,”ungkap ferry.
Ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Perdagangan Umum dan Jasa Selat Sunda (APPJASS). Langkah yang akan diambil diantaranya akan menindak kantin yang melakukan permainan harga terutama memanfaatkan momen saat liburan atau saat arus mudik berlangsung.
Baca Juga : Transportasi Publik Di Selat Sunda, Sudah Nyamankah?
“Kami berharap konsumen yang merasa dirugikan bisa mencatat nama kantin, nama kapal bila perlu nama penjual yang merugikan penumpang di kapal sehingga bisa kami tindaklanjuti dengan teguran atau sanksi,”ungkap Ferry.
Selain melakukan pengecekan terhadap kantin kantin yang ada di kapal, petugas Syahbandar juga melakukan pengecekan terhadap alat alat keselamatan yang disiapkan di dalam kapal diantaranya jacket keselamatan (pelampung), petugas pramugari kapal yang memberikan arahan tata cara penggunaan jaket keselamatan serta pengecekan kru kapal tersebut.
Pengecekan terhadap kru kapal dilakukan ungkap Ferry untuk mengetahui jumlah manifest Anak Buah Kapal (ABK), pramugari maupun para pedagang di kantin yang ada di kapal sehingga data penumpang benar benar tercatat. 
Ivan Rijal
Sementara itu ketua APPJASS, Ivan Rijal mengungkapkan pendataan pedagang di kapal serta pekerja di kantin sangat diperlukan sebab secaar de facto para pedagang tersebut bukan ABK dan bahkan tidak memiliki tiket layaknya penumpang pejalan kaki lainnya.
Dari data yang dikumpulkan APJASS ungkap Rizal, tercatat ada sekitar 1.200 orang tercatat berada dalam kapal kapal di Selat Sunda yang tergabung dalam keanggotaan APJASS.
“Anggota sebanyak itu terdiri dari para pedagang, pramugari, cleaning service, pemegang tiket antar kelas yang masuk anggota APJASS,”ungkap Ivan.
Sebanyak 1.200 orang itu pun merupakan anggota dari sebanyak 23 vendor atau pengusaha kantin di atas kapal atau non darat, sementara di darat anggota APJASS terdiri dari sekitar 33 vendor atau pengusaha kantin.
“Kami selalu memantau penambahan atau pengurangan sebab manifes yang ada pada kami merupakan data untuk keselamatan kapal jika terjadi hal hal yang diinginkan,”ungkap Ivan.
Selain berkoodinasi dengan Syahbandar karena berkaitan dengan jumlah manifest kapal serta keselamatan, pihaknya pun mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Gabungan Pengusahan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) terkait penetapan harga di kapal serta jumlah pedagang di kapal.

——————————————————-
RABU, 24 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...