Kulon Progo Gelar Pelatihan Anak Putus Sekolah selama Ramadan

KULON PROGO – Bertempat di Wisma Yayasan Dharmais, Pengasih Kulon Progo, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) menggelar Program Pengurangan Pekerja Anak dan Program Keluarga Harapan. Kegiatan ini bertujuan pada program pelatihan pada anak-anak putus sekolah, yang kerap menjadi pekerja di sektor informal.
Kepala Dinsosnakertrans Kulon Progo, Eka Pranyata menyebutkan, saat ini pihaknya belum memiliki data pasti berapa jumlah pekerja anak yang ada di Kulon Progo. 
“Yang menyulitkan pendataan,mereka hanya melakoni pekerjaan karena iseng, antara 4-6 jam saja. Selebihnya dipakai untuk kegiatan lain,Pelatihan ini di ikuti 90 pekerja anak dari 12 kecamatan,” ujar Eka Pranyata di Kulon Progo, Kamis (25/6/2015).
Para pekerja anak ini merupakan siswa yang putus sekolah. Ekonomi menjadi alasan yang utama dan banyak ditemukan. Diharapkan dengan adanya program ini, mereka bisa kembali ke sekolah. Tahun lalu dari 90 anak, 67 diantaranya mau kembali ke sekolah.
“Persoalan pekerja anak ini berkaitan erat dengan permasalahan kemiskinan,” tambah Eka.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo yang membuka program ini berharap pelatihan ini bisa mengurangi pekerja anak. Minimal untuk anak-anak yang usianya dibawah 15 tahun.
“Pekerja anak itu rentan berpengaruh pada pertumbuhan fisiknya, dan mentalitas,”ungkap Bupati.
Secara bersamaan, Hasto Wardoyo juga memotivasi anak agar mau kembali ke sekolah. Dalam menggugah semangat bupati mengakui kehidupan masa kecil juga penuh tantangan.
“Saat kecil sering mencari burung di hutan. Hingga ada dua burung kutilang yang dijual dan dibelikan ayam. Setelah ayam berkembang dijual dan dibelikan kambing hingga akhirnya sapi. Hingga akhirnya bisa kuliah menjadi dokter dan menjadi Bupati sekarang ini” jelas Bupati dengan senyuman.
Hasto Wardoyo berharap, para pekerja anak ini dapat meneruskan sekolah nya untuk meraih masa depan yang lebih baik.

——————————————————-
Kamis, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...