Lauk untuk Berbuka Puasa, Wanita Tua ini Cari Kerang di Pantai

LAMPUNG – Ombak yang menghempas sekali kali terpercik ke pakaian yang dikenakan oleh Saodah (65) yang sembari berjongkok terlihat mengeruk pasir pantai. Menggunakan bekas centong yang sudah rusak, wanita tua ini beringsut sambil sekali kali memasukkan kerang yang sudah diperolehnya ke dalam wadah yang telah disiapkan.
Wanita yang mengaku tinggal bersama sang suaminya ini mengaku mencari kerang jenis remis untuk digunakan sebagai lauk menu berbuka puasa bersama sang suami. Ia mengaku di kampungnya Dusun Sumur Induk tak seperti di kota kota yang di pinggir jalan banyak dijajakan makanan berbuka puasa atau takjil aneka rupa baik makanan maupun minuman.
Saodah mengaku setiap hari sebelum maghrib mulai sekitar pukul 15:30 WIB dirinya pergi ke pantai, jarak rumahnya dengan pantai sekitar 200 meter sehingga meski berjalan kaki menyusuri pasir pantai tersebut ia bisa mencari kerang kerang pantai tersebut untuk digunakan sebagai lauk.
“Sekarang lagi susah ikan biasanya suami saya melaut tapi karena perahunya masih diperbaiki ya tak bisa ke tengah, saya mencari lauk dengan mencari kerang,”ungkap Saodah kepada CND Selasa(23/6/2015).
Kerang kerang yang dicarinya tersembunyi diantara pasir sehingga ia harus mengais ngais dejengkal demi sejengkal pasir di pinggir pantai tersebut. Berbekal “cething” sejenis wadah dari plastik, dikumpulkannya kerang kerang kecil tersebut.
“Rasanya enak kok apalagi kalau dicampur bumbu yang pas lumayan bisa digunakan untuk menu buka puasa bersama suami nanti,”ungkapnya.
Kerang kerang yang diperoleh Saodah biasanya setengah cething dan kemudian akan dicuci dengan air tawar untuk membersihkan pasir serta kotoran yang ada. Kerang kerang tersebut akan direbus dengan bumbu garam , cabe rawot, bawang merah, bawang putih dan juga penyedap rasa.
Disela sela mencari kerang tersebut, Saodah mengisahkan meskipun merupakan kampung nelayan dan dekat berada di pesisir pantai, namun kondisi pesisir pantai yang sudah rusak membuat habitat ikan yang ada di daerah tersebut tak ada lagi. Saodah bahkan mengaku saat dirinya masih muda daerah tersebut masih banyak terdapat mangrove sehingga banyak kepiting bakau serta ikan belanak.
“Semenjak ada tambak dan menggunakan zat zat kimia kata orang ikan ikan banyak yang mati dan pinggiran pantai tak ada lagi pohon bakau padahal itu rumah bagi hewan air,”ungkapnya.
Menu berbuka puasa sederhana tersebut plus kelapa muda yang diserut hasil kebun miliknya menjadi menu buka puasa lezat yang akan dinikmatinya bersama sang suami. Anak anaknya yang sudah memiliki rumah tinggal sendiri berada jauh dari keluarga Saodah sehingga untu kebutuhan makan mereka harus mencarinya sendiri.
Kegiatan mencari kerang tersebut menurut Saodah dilakukan sewaktu waktu saja, sementara di hari lainnya ia menjadi buruh untuk menjemur rumput laut. Sementara sang suami mencari ikan dengan perahu kayu menggunakan jala serta pancing yang hasilnya dipergunakan untuk lauk serta sebagian dijual.
Selain Saodah dari pantauan media CND beberapa orang lain terlihat mencari ikan dengan cara menjaring sementara sama dengan Soadah ibu ibu lain pun terlihat mencari kerang yang diwadahi dalam ember.

——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...