Lawan Rentenir, Pemkot Mataram Dirikan Koperasi Pasar

seorang Pedagang cabai rawit nampak sibuk menjajakan jualannya di salah satu pasar di Kota Mataram
MATARAM – Sebagai langkah antisipatif dan membantu para pedagang terutama pedagang bakulan di sejumlah pasar di Kota Mataram dari jeratan rentenir yang memberikan pinjaman modal usaha dengan bunga tinggi, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mendirikan koperasi simpan pinjam pasar yang akan membantu masyarakat dalam hal permodalan dengan bunga rendah.
Kepala pasar Ampenan Cerah Ceria (ACC) Kota Mataram, Nanang Muliadi mengatakan, dibentuknya koperasi pasar ditujukan untuk membantu dan lebih memudahkan para pedagang di pasar Acc Ampenan dalam hal permodalan, khususnya  pedagang bakulan.
Dikatakannya Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Koprasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dan pengelola pasar akan membentuk koperasi pasar bagi semua pedagang pasar di Kota Mataram termasuk pasar ACC.
“Koperasi dibentuk sebagai salah satu upaya pemkot Mataram untuk membantu para pedagang, khususnya pedagang kaki lima bisa terlepas dari jeratan hutang piutang dengan para pengelola bank rontok dan rentenir yang selama ini dinilai mencekik para pedagang bakulan dalam hal pemberian bantual permodalan usaha dijalankan,” kata Nanang, Jumat (5/6/2015).
Nanang mengaku, mekanisme peminjaman dengan sistem pengembalian rutin, jelas sangat merugikan pedagang. Bayangkan untuk peminjaman dilakukan pedagang ke pengelola bank rontok dan rentenir,  semua pedagang yang telah melakukan peminjaman, setiap harinya harus mengeluarkan setoran kepada petugas dari bank maupun bos tengkulak dan rentenir setiap hari.
Nanang mengatakan, jumlah setoran bervariasi tergantung besaran jumlah pinjaman. Kalau besaran pinjaman besar, jelas setoran setiap harinya besar juga. Mulai dari empat ribu sampai lima belas ribu. Di koperasi yang akan dibentuk, pengelolaan termasuk pinjaman lebih bersifat ringan. Semua pedagang di pasar ACC diwajibkan bergabung. Untuk simpanan pokok setiap anggota mengeluarkan sebesar 15 ribu, sementara simpanan wajib sebesar 50 .
“Semua dana yang dikelola koperasi, nantinya bisa dijadikan sebagai tempat meminjam oleh para pedagang, dengan bunga ringan. Kalau koperasi sudah berjalan dan dana dari simpanan anggota sudah terkumpul, semua pedagang harus melakukan peminjaman di koperasi, tidak boleh ada lagi pedagang yang melakukan peminjaman dana sebagai modal usaha di bank rontok maupun tengkulak dan rentenir,”katanya.
——————————————————-
Jumat, 5 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...