Lembaga Pemantau Pemilukada Belum Ada yang Mendaftar di Maluku

Ketua KPU Provinsi Maluku Musa Toekan
AMBON – Ketua KPU Provinsi Maluku Musa Toekan, saat dikonfirmasi CND mengatakan, terkait Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang akan digelar serentak pada 9 Desember 2015 di empat kabupaten di Provinsi Maluku, sampai saat ini belum ada satupun lembaga pemantau Pemilukada yang mendaftar di KPU Maluku, pasca dibuka pada 1 Mei 2015.
Menurut Musa, ia bersama pihaknya sebenarnya sudah mengumumkan pendaftaran, namun sampai sekarang belum ada lembaga pemantau Pemilukada yang mendaftar.
Dijelaskan, sesuai UU No. 8 Tahun 2015 tentang Pilkada serentak dan Peraturan KPU No. 2 Tahun 2015 tentang tahapan pemilihan Gubernur/Bupati/ Wali Kota, pendaftaran lembaga pemantau mulai 1 Mei hingga 2 November 2015.
Sehingga menurut Musa, kemungkinan mempertimbangkan tenggat waktu penutupan pendaftaran masih lama sehingga belum mendaftar. Untuk itu, bagi lembaga pemantau Pemilukada baik lokal, nasional maupun Internasional agar memanfaatkan waktu yang ada untuk mendaftarkan.
Dijelaskan, persyaratan lembaga pemantau Pemilukada diantaranya tidak menggunakan biaya yang bersumber dari APBD dan APBN. Bahkan lembaga pemantau dari luar negeri pun boleh memantau Pemilukada di Maluku. 
“Yang penting tidak pakai dana dari pemerintah.Pemantau pemilih asing adalah lembaga dari luar negeri yang telah terdaftar, terakreditasi dan telah ditetapkan sebagai lembaga pemantau dari KPU Pusat,” terangnya.
Sesuai Peraturam KPU No.5 Tahun 2015 Bab I pasal 1 poin 13,14,15 dan 16, menjelaskan, lembaga pemantau untuk memantau pemilihan, baik di dalam negeri harus terdaftar dan terakreditasi dari KPU Pemprov dan Kabupaten/Kota.
Menyangkut ketentuan tersebut, KPU Provinsi Maluku akan menerbitkan surat keputusan kepada lembaga pemantau yang sudah mendaftarkan di KPU Maluku maupun Kabupaten penyelengara Pemilukada serentak 2015.
Diketahui, pemilukada (bupati) serentak untuk gelombang pertama di Provinsi Maluku masing-masing Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD) serta Buru Selatan(Bursel).
Masa jabatan Bupati Kabupaten SBT akan berakhir pada 10 September 2015, Bupati Kepulauan Aru pada 26 Oktober 2015, Bupati Maluku Barat Daya pada  26 April 2016 serta Bupati Buru Selatan pada 22 Juni 2016.
——————————————————-
Minggu, 14 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...