Lintasan Selat Sunda Ditambah 3 Kapal Penyeberangan, 1 Dermaga


CENDANANEWS (Lampung) — Tiga kapal penyeberangan akhirnya diresmikan sekaligus peresmian dermaga VI pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung. Ketiga kapal tersebut menurut Menteri Perhubungan Republik Indonesia Ignasius Jonan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN ) dengan total senilai 161 Milyar. Ketiga Kapal tersebut yakni KMP Sebuku, KMP Batu MAndi, KMP Legundi.
Selanjutnya ungkap Jonan, pembangunan dermaga VI Pelabuhan Bakauheni menggunakan APBN dengan anggaran 121 Milyar. Penambahan dermaga VI merupakan usaha Kementerian Perhubungan untuk menambah infrastruktur Pelabuhan penghubung Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Jonan mengungkapkan pembangunan ketiga kapal tersebut  dilakukan dengan sistem multi year dari tahun 2012 sampai tahun 2015.
“Kapal kapal ini awalnya milik Kementerian Perhubungan dan selanjutnya akan diserahakan ke PT ASDP Persero  untuk di PMN kan yang akan dimiliki PT ASDP, “ungkap Jonan di Bakauheni, Sabtu (13/6/2015).
Ketiga kapal tersebut,lanjut Jonan  memiliki 5000 Gros Ton dengan kapasatitas 800 penumpoang pejalan kaki angkut 140 kendaraan.
Kementerian Perhubungan agar dalam lima tahun kedepan kepada para operator penyeberangan agar dioperasikan kapal minimal 5000 Gros Ton. Sebab dermaga VI dan beberapa dermaga baru lain akan dibangun dengan peruntukan untuk kapal kapal berukuran di atas 5000 gross ton.
“Kita tak mungkin membangun dermaga hingga 10 dermaga karena tanah pelabuhan sudah sangat kurang dan salah satu cara mengatasinya dengan meningkatkan kapasitas kapal,”ungkap Jonan.
Kapal kapal dengan kapasitas kecil di bawah 5000 gross ton akan dioperasikan di lintasan lintasan yang bisa dioperasikan kapal kecil sehingga Selat Sunda ke depan hanya akan dilintasi kapal dengan bobot minimal 5000 gross ton.
Ketiga kapal tersebut di selesaikan di Balikpapan, Lampung dan Surabaya yang merupakan kapal kapal buatan Indonesia dengan membuat kapal berkapasitas besar.
“Harapan selanjutnya galangan galangan kapal di Indonesia dihaarapkan membuat kapal kapal berukuran besar,” ujar Jonan.
Kebijakan pembuatan kapal kapal besar tersebut menurut Jonan bahkan akan dilanjutkan dengan moratorium impor kapal kapal bekas untuk penyeberangan sehingga tak ada lagi kapal bekas yang dioperasikan di Indonesia untuk pelayaran.
“Kalau nanti ada peraturan maka kita tak lagi meggunakan kapal kapal impor bekas karena kita sudah bisa memproduksinya sendiri,” ungkap Jonan.
Tiga kapal yang dioperasikan di Lintasan Selat Sunda tersebut menurut Jonan yang langsung dilaunching di dermaga VI yakni KMP Sebuku, sementara KMP Batu Mandi dan KMP Legundi sedang anchor di perairan Pelabuhan Bakauheni.
Keberadaan kapal kapal tersebut diharapkan bisa ikut melayani angkutan mudik lebaran tahun 2015. Keberadaan kapal penyeberangan sebesar 5000 gross ton tersebut diharapkan membantu angkutan mudik yang setiap tahun menyeberangkan penumpang yang cukup besar.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan secara resmi bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo  menekan sirine tanda diresmikannya dermaga VI Pelabuhan Bakauheni sekaligus meresmikan peresmian 3 kapal di Lintasan Selat Sunda tersebut.
Seusai peresmian rombongan meninjau fasilitas yang ada di KMP Sebuku serta meninjau fasilitas dermaga VI pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. (Henk Widi)
Lihat juga...