Lokasi Tak Strategis Pedagang Tinggalkan Pasar Buatan Pemerintah

Pasar Bawah Bakauheni
LAMPUNG – Para pedagang di Kecamatan Bakauheni terlihat bejualan di sekitar pintu keluar Menara Siger Lampung Selatan Provinsi Lampung. Pasar yang berada di titik pertemuan antara Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Jalan Lintas Pantai Timur(Jalinpantim) Sumatera terlihat cukup ramai saat pagi hari. Keramaian semakin terjadi saat kendaraan lalu lalang kendaraan yang melintas dan motor motor yang diparkir di pinggir jalan.
Para pedagang yang berjualan di “pasar” tersebut awalnya bukanlah merupakan pasar, sebab pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah membuat pasar baru yang berada di dusun Siring Itik, namun para pedagang enggan mempergunakan pasar tersebut. Dari pantauan, beberapa loss pasar tersebut tak digunakan dan hanya bagian depan digunakan untuk warung, konter eletronik serta di bagian depan pasar digunakan untuk parkir kendaraan jenis truk.
Menurut salah satu pedagang, Ahmad (34) yang kini berjualan di pasar depan Menara Siger yang lebih dikenal dengan pasar bawah lokasi strategis menjadi alasan pedagang akhirnya berjualan di pasar tersebut. Sementara pasar atas yang dibangun pemerintah justru tak dipergunakan para pedagang.
“Awalnya ini hanya menjadi pasar sementara tapi karena pedagang lebih memilih berjualan di sini dan tak ada yang mau berjualan di pasar baru buatan pemerintah akhirnya pasar tersebut terbengkelai,”ujar Ahmad saat dikonfirmasi di tempatnya berjualan buah buahan, Kamis (11/6/2015).
Ahmad mengungkapkan pasar yang dibuat oleh pemerintah tersebut bahkan kini tak ada penjual sayuran serta bahan kebutuhan pokok warga karena pedagang justru membeli barang kebutuhan pokok di pasar dekat Menara Siger.
Ahmad beralasan meski sudah dibuatkan pasar sejak lama namun karena pedagang sebagian besar sudah memiliki loss serta tempat berjualan di pasar Bakauheni sehingga tak ada pedagang yang berjualan di pasar yang dibangun pemerintah.
“Disebut mubazir iya tapi namanya pedagang maunya tempat berjualan yang strategis sehingga akhirnya berjualan di pasar bawah disamping itu lebih menguntungkan,”ungkap Ahmad.
Tak mengherankan warga cenderung membeli barang kebutuhan sehari hari mulai dari sayur mayur, ikan, ayam, serta kebutuhan sehari hari di pasar bawah karena aktifitas pasar atas hanya menjual pakaian, alat elektronik serta barang lain sementara kios kios masih banyak yang tak dipergunakan.
Dari pantauan bahkan kios kios di pasar yang dibangun pemerintah tersebut kini justru dijadikan tempat tinggal warga yang tak berjualan. Kios kios terlihat tertutup karena tak ditempati dan puluhan kendaraan truk terparkir di pasar tersebut.
“Secara fisik bangunan pasar yang dibuat oleh pemerintah lebuh bagus namun pedagang lebih memilih berjualan di pasar bawah yang lebih ramai,”ungkap Ahmad.
Lokasi yang jauh dari keramaian dianggap menjadi faktor pedagang enggan menempati pasar yang dibangun pemerintah. Bahkan salah atu pedagang lain yang pernah menempati pasar buatan pemerintah tersebut, Yanuar (45) mengaku pernah menyewa kios di pasar tersebut namun karena pembeli sepi akhirnya pindah ke pasar bawah.
“Omzet penjualan saya bahkan tak mengalami kenaikan karena sepi, pembeli yang datang sedikit sedangkan saya tetap harus membayar sewa, akhirnya saya pindah,”ungkap Yanuar.
Kini ia mengaku memiliki kios di pasar bawah berjualan buah buahan dan juga makanan yang lebih ramai dikunjungi para pembeli. Para pedagang tersebut bahkan mengaku lebih berjualan di pasar yang baru dan akan lebih ramai saat musim bulan Ramadhan tiba.
“Seperti biasa setiap bulan Ramadhan selalu ramai orang berjualan di pasar bawah ini meskipun sebenarnya sudah dibuatkan kios oleh pemrintah,” ungkap Yanuar.
Keberadaan pasar bawah tersebut yang lebih ramai juga berimbas pada terpakainya badan jalan yang menuju Jalan Lintas Timur. Selain sebagian besar badab jalan dipergunakan untuk berjualan para pengguna kendaraan bermotor pun memarkirkan kendaraannya di tepian jalan.
“Kalau pagi hari pasar di sini akan macet karena sebagian besar pembeli akan memarkirkan kendaraannya di tepi jalan padahal ini jalan yang sangat penting dan daerah ini menjadi pasar tumpah,” ungkap Yanuar.

——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...