LPA Dampingi Korban Penyekapan Periksa Kesehatan

AL, (10) warga Kelurahan Monjik, korban penyekapan dan penganiayaan kakak kandungnya sendiri, saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Mataram di dampingi LPA Kota Mataram
MATARAM – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram melakukan pendampingan terhadap anak AL (10), asal Kelurahan Monjok Kota mataram korban penyekapan dan penganiayaan kakak kandungnya sendiri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Mataram.
Ketua LPA Kota Mataram, Sri Mawarni mengatakan kondisi fisik AL sendiri sekarang dalam kondisi baik dan hari ini juga kita damping melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Mataram, karena memang kondisi fisiknya sangat memprihatinkan, badannya nampak kurus dan kumal karena mungkin terlalu lama disekap dalam kamar oleh kakaknya.
“Sekujur tubuhnya kotor dan kumal dari ujung rambut sampai kaki sangat tidak terawatt, pada sebagian kulit badan, muka dan lehernya juga terlihat termasuk terdapat sejumlah luka akibat penyakit kudis yang menghinggapi sekujur tubuhnya” kata Sri di Mataram, Jum’at (19/6/2015).
dikatakannya, rencananya setelah mendapatkan perawatan medis dari dokter Puskesmas Mataram, AL selanjutnya akan dibawa dan dititipkan di rumah penitipan anak Paramita dan Paramita  sudah menyatakan kesiapannya menampung AL.
menurut Sri, dari kondisi fisik AL, pada dasarnya sudah membaik, namun dari sisi mental dan kejiwaan masih terlihat labil, karena mungkin masih trauma dengan pristiwa yang menimpanya selama di sekap dan dipukul kakak kandungnya di rumahnya sendiri dan memang membutuhkan pendampingan.
“Dia (AL) butuh sikolog untuk memulihkan kembali kejiwaan dan mentalnya dari trauma yang dialami termasuk juga teman ngobrol dan Paramita cukup tepat sebagai tempat untuk dititip sementara waktu, karena di sana selain ramai juga memiliki sikolog” ungkapnya.
Sebelumnya pada Kamis malam (18/6/), AL berhasil melarikan diri dari rumahnya setelah sekian bulan disekap oleh kakak kandungnya sendiri dan tidak dikasih keluar rumah, selain disekap, dari pengakuan AL, dia juga kerap dipukul kalau tidak mau bekerja mencucikan pakaian kakaknya. 
Nori yang merupakak kakak kandung AL sendiri saat ini telah diamankan Polres Mataram, karena selain melakukan penganiyaan terhadap adiknya sendiri, dari tangan pelaku, Polisi juga menyita dua pucuk senjata api, senjata tajam dan sebuah bong yang diduga digunakan untuk mengkonsumsi narkoba.
Berdasarkan keterangan dari warga setempat, keberadaan kedua orang tua korban termasuk pelaku sendi sampai sekarang tidak jelas, semenjak bercerai beberapa waktu lalu.
——————————————————-
JUMAT, 19 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...