Maluku di atas Pusaran Kemiskinan, Jokowi Jangan Cuma Berjanji

Ramly Reno Marasabessy, SH, MH
AMBON – Provinsi berjuluk seribu pulau berada di atas pusaran kemiskinan. Masyarakatnya masih hidup dalam taraf kemiskinan. Bahkan skala nasional, Provinsi Maluku adalah daerah termiskin ke tiga di Indonesia.
Sekian banyak janji pemerintah pusat selama ini tidak pernah direalisasikan. Padahal jika segudang janji itu direalisasikan, sejatinya akan memutus mata rantai kemiskinan yang hingga sekarang masih mendera negeri yang kental akan budaya pela dan gandongnya tersebut.
Ketua LSM Mollucas One Heart, Ramly Reno Marasabessy yang juga tokoh pemuda Maluku di Ambon Rabu (10/6/2015) meminta sekaligus menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera meralisasaikan pembangunan “tol laut” di Maluku.
Pasalnya, saat ini provinsi Maluku dan masyarakatnya sangat ingin disentuh oleh pemerintah pusat lewat pembangunan.
Menurut Ramly, jika pembangunan tol laut ala Jokowi itu direalisasikan oleh pusat, maka akan ada sedikit harapan memutus mata rantai kemiskinan yang sampai hari ini masih mendera masyarakat Maluku.
Alasannya, Maluku saat ini masih pada level daerah termiskin ke tiga skala nasional. “Untuk itu Presiden Joko Widodo segera merealisasikan janjinya. Karena selama ini Pusat sangat minim membangun Maluku. Jangan heran kalau kemiskinan di Maluku sangat akut,” sindirnya.
Ia menawarkan, tol laut ala jokowi itu harus condong untuk pembangunan sarana infrastruktur perhubungan laut maupun darat. Dalilnya, karena Maluku adalah wilayah yang memiliki pulau mencapai seribu buah. Sehingga pembangunan fasilitas perhubungan semisal dermaga dan jembatan saat ini sangat urgen dan wajib dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menyambung daerah-daerah yang ada di Maluku.
“Kita sudah muak dengan janji-janji. Presiden Jokowi harus segera merealisasikan janjinya,” tekannya.
Ramly sembari mengingatkan Presiden Joko Widodo agar tidak lupa atas janji Pempus yakni menjadikan Maluku sebagai daerah lumbung ikan nasional (LIN), dan Participation Interest (PI) 10 Persen untuk Maluku selaku pemilik ladang gas abadi di Blok Masela Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
“Kalau janji ini direalisasikan maka akan ada lapangan pekerjaan baru yang bias merekrut memberdayakan masyarakat. Otomatis kemiskinan sedikit demi sedikit pasti bias putus. Sekali lagi Presiden Jokowi jangan cuma bisa berjanji. Ingat, tanpa Maluku maka tidak mungkin Indonesia ada seperti sekarang,” celutuknya.
Sementara itu, segudang janji Pusat agar bisa terealisir, Ramly menyarankan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Maluku untuk membentuk tim khusus yang fokus untuk mempresure pemerintah pusat.
Tim tersebut, menurtu Ramly, Pemda Provinsi harus melibatkan DPRD maupun DPR-RI dan DPD-RI wakil Maluku di pusat untuk bersama-sama berjuang dalam konteks melobi ke pemerintah pusat (Presiden Joko Widodo) untuk merealisasikan janji-janji pempus tersebut.
Selain itu, Pemda Provinsi dan DPRD Provinsi Maluku diingatkan agar tidak condong untuk urusan pribadi, kelompok serta kepentingan partai politik, sehingga mengabaikan tanggungjawab mereka kepada rakyat Maluku.
“Ini kelemahan, segudang janji selama ini untuk Maluku tidak bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat, karena Pemda Provinsi dan DPRD Maluku berjalan sendiri-sendiri untuk kepentingan pribadi, kelompok hingga kepentingan partai politik semata. Otomatis tanggungjawab kepada rakyat selalu saja terabaikan,” kritiknya.
——————————————————-
Kamis, 11 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...