MAN di Maluku Tengah Masih Kekurangan Guru serta Prasarana

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Siri Sori Islam
CENDANANEWS (Ambon) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Desa Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku hanya memiliki tiga orang tenaga guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Tiga guru/PNS itu sudah termasuk Kepala Sekolah (Kepsek), Ibrahim Hataul, S.Pd, yang turut mengajar 90 orang siswa di sekolah yang ia pimpin saat ini.
Kekurangan tenaga PNS di sekolah tersebut kerap disampaikan ke Kantor Kementerian Agama baik Kabupaten Maluku Tengah maupun di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku.
Namun sampai sekarang, pihak Kemenag sendiri belum juga menempatkan para PNS/tenaga guru tetap tambahan di MAN Siri Sori Islam.
Kepsek MAN Siri Sori Islam,
Ibrahim Hataul, S.Pd
Menyangkut masalah ini Kepsek MAN Siri Sori Islam, Ibrahim Hataul, S.Pd, yang diwawancarai CENDANANEWS di Ambon Kamis (4/6/2015) mengakui, saat ini sekolah yang dipimpinnya itu hanya punya tiga orang PNS/ tenaga guru tetap yang mengajar sembilan mata pelajaran umum ditambah mata pelajaran agama.
Diungkapkan, sebanyak 90 siswa yakni kelas I, II sampai kelas III itu dibagi menjadi enam kelas.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan hanya punya tiga orang PNS atau guru tetap, hal tersebut sangat sulit dilakukan oleh tiga PNS di sekolah tersebut.
“Jujur saja ini sangat sulit. Kami harapkan ada tambahan tenaga guru tetap yang ditempatkan di MAN Siri Sori Islam,” harapnya.
Memang, lanjut Hataul, ada 21 orang tenaga guru honor di MAN Siri Sori Islam, tapi itu tidak bisa dijadikan garansi sepenuhnya guna meningkatkan mutu pendidikan di madrasah yang ia pimpin saat ini.
Dikeluhkan pula, soal gedung sekolah memang cukup, tapi fasilitas penunjang lain semisal laboratorium bahasa dan komputer belum dimiliki MAN Siri Sori Islam.
Padahal sistem pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini sudah komputerisasi. Realitasnya, di MAN SSI sampai sekarang belum memiliki laboratorium komputer dan bahasa.
“Untuk Laboratorium komputer dan bahasa sampai saat ini di sekolah kami belum ada,” terangnya.
Padahal fasilitas tersebut saat ini sangat urgen untuk dimiliki semua sekolah termasuk MAN SSI, guna meningkatkan mutu pendidikan. Selebihnya, jika sekolah dilengkapi dengan sarana penunjang dimaksud, tak lain untuk merangsang para siswa belajar guna meningkatkan mutu pendidikan sehingga mereka bisa bersaing dengan para siswa lain baik lokal maupun nasional.
Menyangkut persoalan minimnya tenaga guru khususnya di MAN Siri Sori Islam, juga terjadi di sejumlah sekolah yang ada di bawah naungan Kemenag Provinsi Maluku.
Ini masalah lama tapi sampai sekarang belum dibenahi secara serius oleh para pengambil kebijakan lingkup Kemenag Provinsi Maluku.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku yang dikonfirmasi berdalih, soal distribusi guru itu kewenangan Kemenag Kabupaten Maluku Tengah.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Maluku Tengah Usman Bahta yang dihubungi via seluler hanya mangatakan dirinya sedang rapat sehingga belum bisa diwawancarai terkait masalah ini.
——————————————————-
Kamis, 4 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...