Masalah Izin Tambang Kembali Hangat Jelang Pilkada Mabar NTT

Salah satu lokasi pertambangan di Flores
CENDANANEWS (Flores) – Masalah perizinan eksploitasi tambang kembali menjadi isu hangat menjelang pilkada Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, NTT, pada tahun 2015.
Pengungkapan isu tambang antara lain muncul dari mantan anggota Gerakan Masyarakat Anti Tambang (GERAM) Manggarai Barat, Beny Denar.
Beny mengkhwatirkan, masa depan moratorium tambang yang sudah berjalan selama lima tahun kepemimpinan Agustinus Ch. Dulla sekarang ini tidak lagi terjamin kelanjutannya pasca pergantian roda kepemimpinan.
“Ada kecemasan bahwa pilkada tahun 2015 akan menjadi momentum dimatikannya SK (moratorium tambang) dan tambang kembali dihidupkan di Manggarai Barat,” tulis Beny dalam opininya di Pos Kupang, Rabu (22/04/2015).
Pilkada bisa menjadi saat yang tepat bagi para investor tambang untuk menjalin relasi transaksional dengan para calon kepala daerah yang pro-tambang.
Beny menilai, aktivitas pertambangan selama empat tahun (2007-2010) lalu telah melahirkan tipu daya yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
“Pertambangan misalnya rentan dengan perampasan secara sepihak hak-hak masyarakat lingkar tambang dan bisa menciptakan konflik horizontal,” jelas Beny.
Dikatakan, perusahaan tambang juga cenderung seenaknya meminta bantuan pemerintah untuk memanfaatkan alat negara (polisi dan tentara) guna mengintimidasi masyarakat.
“Pemerintah (pun) sering melakukan pembiaran terhadap perusahaan tambang untuk melakukan ketidakadilan terhadap pemilik lahan dan masyarakat yang terkena dampak,” tambahnya.
Munculnya isu tambang tampak mulai santer terdengar pasca sosialisasi  pencalonan diri mantan Bupati pertama Manggarai Barat, yang kembali menjadi salah satu peserta kontestan pilkada.
Ketika menjabat, mantan Bupati Manggarai Barat telah mengeluarkan beberapa izin pertambangan yang persis ditolak keras oleh pelbagai kalangan pecinta lingkungan hidup dan wisata alam.
Bupati Agustinus Ch. Dulla yang memerintah di periode ini, atas desakan masyarakat, akhirnya mengeluarkan SK moratorium untuk menghentikan sementara aktivitas tambang tersebut di Manggarai Barat. 
——————————————————-
Rabu, 3 Juni 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Fotografer : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...