Masjid Agung Baiturrahman, Wujud Misi YAMP di Manggarai NTT

Masjid YAMP ‘Baiturrahman’ di Kota Ruteng, Manggarai

FLORES – Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP) memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan umat Muslim di Indonesia. Sejak berdiri pada 17 Februari 1982, YAMP telah berhasil membangun 999 unit masjid di pelbagai pelosok nusantara hingga tahun 2009.
YAMP dibangun atas dasar inisiatif HM. Soeharto ketika beliau masih menjadi Presiden Republik Indonesia. Tujuannya sangat mulia, yakni mendorong semangat bersadaqah di antara umat Muslim agar saling mendukung dalam pembangunan rumah ibadah.
Masjid Agung Baiturrahman Ruteng merupakan salah satu dari 14 unit masjid yang dibangun YAMP di NTT. Masjid ini, kata Haji Rusul (Sekretaris Yayasan Baiturrahman Ruteng), dibangun di atas lahan seluas 2.900 meter persegi dengan ukuran bangunan 19 m x 19 m.
Masjid Agung Baiturrahman Ruteng dibangun pada tahun 1986  dan menjadi tempat ibadah bagi seluruh umat Muslim di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. “Waktu itu, jemaah hanya sekitar 100-an orang,” tutur Haji Rusul di tempat kediamannya, Jumat (19/06/2015).
Misi HM. Soeharto melalui YAMP untuk mendorong perkembangan agama Islam di bumi Nusantara tampaknya benar-benar terwujud. “Alhamdulillah! Sekarang jemaah yang beribadah di Masjid Agung Baiturrahman sudah hampir 7.000 orang,” ungkapnya.
Pertambahan pesat jumlah umat Muslim di Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, hingga kini bahkan sudah melampaui kapasitas masjid Tipe-19 ini. Hal ini lantas mendesak perlunya penambahan luas bangunan masjid.
“Biayanya berasal dari swadaya umat dan sedikit ada bantuan dari pemerintah,” akui Haji Jafar, Bendahara Proyek Renovasi Masjid Baiturrahman, Kamis (18/06/2015) sore.
Haji Jafar mengakui, total dana yang dibutuhkan untuk proyek renovasi ini sebesar Rp 5 miliar.  Dana yang terkumpul baru sekitar Rp 500 juta dan langsung dipakai untuk mengerjakan proyek secara bertahap. “Kemarin kami buat proposal ke pemerintah. Mintanya Rp 5 miliar, tapi kasihnya cuma Rp 50 juta,” ungkapnya.
Masjid Agung Baiturrahman sudah dua kali direnovasi sejak berdirinya. Akan tetapi, Haji Jafar dan Haji Rusul mengakui, bentuk bangunannya tetap mempertahankan bentuk lama. “Semua masjid YAMP di seluruh Indonesia bentuknya sama, langgam Demak,” ungkap Haji Rusul.
Selanjutnya, ditanyakan soal tantangan keberadaan umat Muslim sebagai kelompok minoritas di Manggarai, pensiunan pegawai Departemen  Agama Kabupaten Manggarai tersebut mengakui, sejauh ini tidak ada tantangan yang berarti. “Gesekan-gesekan kecil ada. Tapi karena antara para tokoh agama ada komunikasi yang baik, semuanya tetap ada solusinya,” akuinya.
Pada bulan Ramadhan ini, dirinya berharap agar suasana aman tetap terjaga. Ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan ini. “Tapi semuanya bersifat rutinitas. Tidak ada yang baru. Misalnya, ada sholat tarawih dan lain-lain,” jelasnya. 

——————————————————-
JUMAT, 19 Juni 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Fotografer : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...