Masjid YAMP Ainul Yaqin Malang Direnovasi Tanpa Merubah Keaslian

Masjid Ainul Yaqin
MALANG – Masjid Ainul Yaqin yang berada di Jalan MT.Hariyono Kelurahan Dinoyo Kecamatan Klojen Kota Malang tepatnya di komplek Kampus Universitas Islam Malang (UNISMA) ini, merupakan salah satu Masjid di Kota Malang yang dibangun atas prakarsa HM Soeharto melalui Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP).
Saat ditemui selepas shalat Dhuhur di Masjid Ainul Yaqin, H. Muhammad Ichsan Hafi (73) selaku Ketua satu bidang Imaroh terlihat sangat antusias dengan kedatangan CND, bahkan tanpa ditanya beliau langsung mengatakan bahwa “Masjid ini Amal jariah Pak Harto,”. 
H. Muhammad Ichsan
Tidak perlu waktu lama, kemudian Dia langsung menceritakan sejarah pembangunan Masjid Ainul Yaqin sampai sekarang. Dijelaskan berawal dari dirinya yang memiliki inisiatif untuk mengadakan shalat Jumat dan Teraweh berjamaah di lantai dua kampus Unisma. 
Setelah kegiatan ini berjalan selama dua tahun, kemudian KH. Usman Mansur sebagai pendiri Unisma beserta pimpinan Fakultas Tarbiyah wal Taklim (FTT) membentuk panitia pendirian Masjid.
Panitia pendirian Masjid ini kemudian membangun pondasi dengan delapan tiang yang sudah berdiri. Tapi kemudian proyek pembangunan Masjid ini terhenti selama kurang lebih dua tahun karena kekurangan dana. 
Rupanya KH.Usman Mansur yang dulunya juga seorang prajurit militer memiliki teman seperjuangan yang kebetulan menjabat sebagai bendahara Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP). 
Akhirnya kemudian mereka berdua berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan proposal.
“Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan penuh pembangunan masjid Ainul Yaqin dari YAMP yang diketuai oleh Almarhum HM.Soeharto,”jelasnya.
Bantuan penuh dari YAMP mulai dari material, tukang, desain sampai pondasi dan tiang Masjid yang sudah terpasang semua di bongkar dan dibangun ulang oleh YAMP. 
“Semua ini tidak lepas dari jasa HM. Soeharto, sehingga panitia pembangunan Masjid tidak perlu lagi mengeluarkan biaya. Kami tinggal terima jadi dan tinggal menggunakan Masjid ini,”, ujarnya
Menurut Muhammad Ichsan Hafi yang juga merupakan Imam tetap Masjid Ainul Yaqin mulai di bangun sampai sekarang, mengatakan bahwa baginya sosok HM. Soeharto merupakan muslim yang luar biasa karena sudah membantu membangun 999 dari 1000 masjid di seluruh Indonesia yang salah satunya adalah Masjid Ainul Yaqin. 
“Insyaallah dengan amal jariahnya berupa 999 masjid ini, beliau meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,” doanya.
Pembangunan masjid Ainul Yaqin sendiri dimulai pada tahun 1985 dengan ukuran Masjid 19 x 19 meter persegi yang kemudian diresmikan pada tanggal 25 Juli 1987 oleh Letnan Jenderal H.Alamsyah Prawiranegara, Menteri Agama pada waktu itu.
“Setelah diresmikan, kemudian semua jamaah yang biasanya shalat di lantai dua kampus Unisma, dipindahkan ke Masjid ini,” jelasnya.
Namun seiring dengan bertambahnya jamaah masjid apalagi di bulan ramadhan, kami berniat melakukan renovasi total masjid Ainul Yaqin. Oleh karena itu, kemudian kami mengirimkan kembali proposal mengenai renovasi total kepada YAMP. 
“Selang beberapa waktu, pihak YAMP mengirimkan surat kepada kami yang isinya mempersilahkan kami untuk merenovasi Masjid, namun jangan sampai merubah bentuk dan ukuran asli masjid,” jelas Ichsan Hafi.
Karena mendapat jawaban seperti itu, akhirnya kami tetap melakukan renovasi namun tidak sampai merubah bentuk dan ukuran asli dari masjid atau bangunan utama.
“Kami hanya menambah bangunan baru dua lantai di depan, belakang, dan di kanan kiri bangunan utama Masjid dengan asumsi dana yang dibutuhkan sebesar tiga milyar Rupiah,” akunya.
Untuk dana renovasi masjid Ainul Yaqin diperoleh dari swadaya masyarakat dan bantuan dari beberapa instansi seperti pihak Unisma yang memberikan suntikan dana sebesar 25 Juta Rupiah per bulan, Pemda Jatim 100 juta Rupiah dan Bank BRI Pusat 100 juta rupiah. 
“Untuk renovasi ini direncanakan selesai dalam kurun waktu tiga tahun, dan sekarang ini sudah berjalan satu tahun,” ucapnya.
Selain karena semakin banyaknya jamaah masjid, renovasi ini dilakukan karena banyak program takmir yang membutuhkan ruangan khusus. 
“Kurang lebih nanti akan dibangun kurang lebih 11 ruangan dalam renovasi ini,” tuturnya.
Dengan adanya renovasi masjid, diharapkan bisa mendapatkan bantuan dari YAMP agar segera bisa menyelesaikan renovasi Masjid Ainul Yaqin ini.
Dalam bulan Ramadhan tahun ini, takmir Masjid Ainul Yaqin mengadakan program yang diberi nama Gebyar Ramadhan Kreatif yang didalamnya terdapat banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh Remaja Masjid (Remas) dari mahasiswa Unisma sebagai berikut:
-Kajian Kitab Kuning selepas Shalat Subuh
-Mutiara Hikmah setelah Shalat Dhuhur
-Kajian Kitab Muktatofat setiap hari pukul 13.00 wib sampai dengan Asar
-Takjil gratis bersama jamaah, dimana takmir setiap harinya menyediakan 200-300 takjil
-Shalat terawih berjamaah
-Ceramah terawih 
-Tadarus Al-Qur’an
-Memberikan santunan kepada kaum duafa dan yatim piatu
-Pengumpulan zakat fitrah dan mal
-Shalat Idul Fitri
Sesuai dengan keterangan Muhammad Ichsan Hafi, berdasar pantauan CND, Masjid ini memang dalam tahap renovasi dan renovasi yang dilakukan sama sekali tidak merubah bentuk asli dari masjid, hanya terjadi penambahan-penambahan bangunan di depan, belakang dan samping kiri Masjid Ainul Yaqin.

——————————————————-
SABTU, 27 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...