Masuki Ramadhan, Penjual Layang-layang Panen Rejeki

Pedagang Layang-layang
MALANG – Bulan Ramadhan membawar berkah tersendiri bagi sebagian kalangan, berbagai peluang usaha musiman muncul memberikan penghasilan tambahan. Seperti halnya di daerah Malang, Jawa Timur.
Memasuki awal bulan Ramadhan nampak anak-anak berbondong-bondong ke tanah lapang untuk bermain layang-layang sambil menunggu datangnya saat berbuka puasa.
Maraknya anak-anak yang bermain layang-layang inilah yang nampaknya dimanfaatkan Suyatno salah satu penjual layang-layang untuk mengais rejeki. Ditemui dipinggiran jalan di kawasan Sawojajar Malang, Suyatno mengaku dirinya belum lama menjual layang-layang, baru sekitar satu minggu ini.
Dengan menggunakan sepedah motor dia membawa barang dagangannya ke lokasi dimana banyak anak-anak bermain layang-layang. Baru saja Suyatno menurunkan dan menata layang-layang dagangannya, sudah ada dua orang pembeli yang menghampiri dirinya. Setelah menanyakan harga dan memilih layang-layang yang diinginkan, pembeli ini langsung mengeluarkan uang dan diberikan kepada Suyatno. Tidak berselang begitu lama, datang lagi anak-anak dan juga orang dewasa untuk membeli layang-layangnya. 
“Pelanggan memang tidak hanya dari kalangan anak-anak saja tetapi juga dari anak muda hingga orang dewasa,” ujarnya.
Suyatno mengaku, mendekati hari-hari menjelang bulan puasa memang banyak yang membeli layang-layangnya. Apalagi sekarang yang sudah masuk hari pertama bulan puasa banyak anak-anak yang bermain layang-layang sambil menunggu waktu berbuka puasa.
“kalau sudah begitu otomatis layang-layangnya akan laris terjual,” ucapnya.
Suyatno hanya menjual satu model layang-layang namun dengan bahan dan ukuran yang berbeda sehingga harganyapun bervariasi mulai Rp. 500-1.000,- per bijinya. Namun ada juga layang-layangnya yang dia jual Rp. 2.000,- dapat tiga. Selain menjual layangan, dia juga menjual benang atau senar layangan dengan harga yang bervariasi berkisar Rp. 4.000-7.500,- per benangnya tergantung panjang dan bahan benangnya.
Suyatno tidak sendiri, ada beberapa pedagang yang juga menjual layang-layang. Harganya pun tidak jauh berbeda dengan harga layang-layang milik Suyatno.

——————————————————-
KAMIS, 18 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...