Melihat Lebih Dekat Cara Kerja Pertamini

Pertamini
PADANG – Dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan semakin banyaknya kendaraan bermotor, mengantri di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi hal yang membosankan. Sehingga banyak pengendara yang tidak mau lagi menghabiskan waktunya hanya untuk mengisi satu atau dua liter saja.
Maka pilihan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di pedagang eceran atau ketengan menjadi pilihan yang bijak. Baik itu yang diisi pakai botol ataupun yang sedang populer beberapa waktu belakangan. Dengan alat pengisian yang mirip dengan SPBU, yang lebih dikenal dengan nama Pertamini.
Berikut penelusuran CND bagaimana kinerja alat tersebut. Mulai dari takarannya, cara kerjanya, hingga keuntungan yang diperoleh oleh pedagang BBM eceran yang menggunakan alat Pertamini di Kota Padang.
Pertamini ini memakai pompa atau literan manual juga dengan gelas takaran berkapasitas lima liter. Selain itu juga dilengkapi batas tera pada setiap satu liternya.
“Saya mudah mengoperasikannya, saya hanya melihat garis yang batas tera di tabung kaca lalu menekan tuasnya, serasa sudah jadi karyawan SPBU saja,” ujar Yora (29) pada CND, Kamis (25/6/2015).
Tangki cadangan memakai drum berkapasitas 50 hingga ada yang berkapistas 150 liter. Drum tersebut ditanam di bawah bangunan khusus berdinding beton. Bensin yang dibeli dari SPBU dimasukkan ke dalam drum terlebih dahulu sebelum dijual kepada konsumen.
Yora yang berjualan di Jalan Banda Bakali Kota Padang, mengaku bahwa ia lebih beruntung dengan menjual dengan alat pertamini tersebut daripada berjualan dengan memakai botol atau dengan alat takar lain. Selain mudah dalam pengoperasian, untungya pun berlipat dengan mengatur batas tera-nya. Dari 10 Pertamini yang ditemui CND, hampir semua batas teranya tidak mencapai satu liter dalam ukuran normal.
Yora menjelaskan, alat yang dipasangkan suaminya tersebut adalah alat sederhana yang dirancang hampir menyerupai pertamina, hanya saja ukurannya kecil sehingga konsumen tertarik untuk membeli bensin, ketimbang menjualnya secara manual.
“Dari pada menjual dengan menggunakan  botol, lebih praktis pakai ini dan untungnya juga berlipat dibandingkan manual yang menggunakan botol,”lanjut Yora.
Yora mengaku menjual bensin seharga Rp8000 per liter sedikit lebih mahal dibandingkan di Pertamina Rp7.300/liter.
“Ketika menjual bensin mengunakan pertamini konsumen lebih banyak yang membeli dibandingkan ketika menjual bensin mengunakan botolan,” jelas Yora.
Dengan peralatan sederhana itu Yora mampu meningkatkan pendapatan dari sebelumnya rata-rata Rp200.000 kini menjadi Rp250.000 per harinya.
——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...