Menikmati Sensasi Berada di Perut Bumi Goa Akbar Tuban

TUBAN – Goa Akbar yang terletak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban ini merupakan salah satu destinasi wisata di Tuban yang wajib dikunjungi, karena didalam Goa ini pengunjung dapat menikmati keindahan stalagtit dan stalagmit serta kemegahannya. 
Lokasi Goa Akbar yang tidak jauh dari pusat keramaian tepatnya dibelakang Pasar Baru Tuban, mempermudah pengunjung untuk menemukan lokasi Goa.
Menurut sejarah, Goa Akbar pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat pertapaan Sunan Bonang dan juga Sunan Kalijogo. Terdapat dua versi berbeda atas penamaan Goa Akbar, yang pertama yaitu nama Goa Akbar di ambil dari nama pohon Abar yang tumbuh di dekat pintu masuk goa sehingga goa ini disebut Goa Akbar. Namun ada juga yang mengatakan bahwa Nama Goa Akbar diambil dari akronim slogan kabupaten Tuban yaitu AKBAR yang berarti Aman, Kreatif, Bersih, Asri dan Rapi.
Menurut Ibu Jamuk salah satu petugas di Goa Akbar mengatakan bahwa Goa Akbar dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tuban. Sebelum di jadikan tempat wisata, dulunya goa ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. 
“Namun pada tahun 1998, Pemkab Tuban mulai mengelola goa ini untuk dijadikan tempat wisata, dan pada bulan Agustus 1998 Goa Akbar resmi di buka untuk umum,” jelasnya.
Untuk bisa masuk ke Goa Akbar, pengunjung diwajibkan untuk membeli tiket masuk sebesar Rp. 4.000,-. Setelah melewati pintu masuk, sebelum masuk ke dalam goa, pengunjung akan mendapati kandang burung yang cukup besar dimana terdapat berbagai jenis burung didalamnya. Disebelah kanan sepanjang pintu masuk menuju goa, pengunjung bisa melihat beberapa relief yang bercerita tentang masuknya agama Islam di Tuban.
Pengelolaan goa Akbar sudah cukup tertata hal ini dapat terlihat dari akses jalan di dalam goa yang sudah terpasang paving dan juga pagar untuk mengarahkan pengunjung menjelajah tiap sudut goa Akbar. Saat memasuki goa, pengunjung akan disambut ratusan kelelawar yang beterbangan maupun bergantungan di langit-langit goa. Pengunjung juga harus berhati-hati ketika berjalan didalam goa karena paving yang terpasang cukup licin karena seringnya terkena air yang menetes dari langit-langit goa.
Didalam goa juga terpasang berbagai tulisan larangan seperti dilarang berbicara kotor, dilarang berbalik arah, dilarang berbuat asusil dan juga dilarang mencorat-coret dinding goa. Selain tulisan berbagai larangan, pengunjung bisa menikmati keindahan kolam-kolam yang dialiri air sumber Goa Akbar. Terdapat pula ruang-ruang kecil yang konon dijadikan tempat pertapaan Sunan Bonang.
Dari dalam goa, pengunjung bisa melihat lubang-lubang yang berada diatas goa yang dulunya digunakan oleh masyarakat untuk membuang sampah. Namun lubang-lubang tersebut kini ditutup dengan kubah-kubah kecil yang juga digunakan sebagai penerangan didalam goa selain penerangan dari lampu-lampu yang terpasang didalam goa.
Suasana diadalam goa cukup hening dan sepi, hanya terdengar sekilas lagu tembang-tembang jawa yang di pasang dibeberapa titik didalam goa. Menjelang menuju pintu keluar goa, terdapat sebuah ruangan yang digunakan sebagai Musholla. Keluar dari dalam goa, pengunjung bisa membeli oleh-oleh khas Tuban dikios-kios di sekitar pintu keluar.
Menurut Ibu Jamuk, pada hari biasa pengunjung bisa mencapai 100-200 orang, dan jika hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu pengunjung bisa mencapai 500 orang, ujarnya.

——————————————————-
Kamis, 11 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...