Menunggu Waktu Berbuka di Pasar Batu Akik

Salah seorang pengunjung pasar dadakan batu akik di Balikpapan
BALIKPAPAN – Ternyata tidak hanya di masjid dan objek wisata saja tempat umat muslim di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menunggu saat berbuka puasa. Selain yang lazim dilakukan yakni tadarus Al Quran, kini ada kebiasaan baru yang tak dijumpai pada bulan Ramadan sebelumnya.
Kebiasaan baru itu ialah menunggu waktu berbuka dengan mengunjungi pasar dadakan yang khusus menjual batu akik. Benar. Sejak batu akik booming, dimana-mana orang membicarakan perhiasan ini. Apalagi, sejak lama Balikpapan telah dikenal sebagai salah satu pusat penjualan batu mulia. 
Pasar dadakan yang menjual batu akik tumbuh dimana-mana. Namun yang terbesar ada di Jalan Soekarno Hatta Kilometer 5 Kelurahan Batu Ampar. Di sini, puluhan penjual batu akik menggelar lapak sederhana setiap menjelang berbuka. 
“Kami baru ada di sini pas bulan puasa tahun ini. Awalnya cuma satu dua orang, ternyata setelah banyak yang datang, jumlah penjual makin banyak,” kata Suryadi (25) salah satu pedagang batu akik kepada CENDANA NEWS, Sabtu (27/6/2015).
Berbagai koleksi batu akik dijual Suryadi, mulai batu seharga Rp 50 ribu, sampai ratusan ribu. Lapak-lapak batu akik mulai digelar sekitar jam 5 sore.
“Mau cari batu dari mana saja ada di sini. Bacan doko, kalimaya, pancawarna, lemon aceh, sungai dareh, atau red borneo. Silahkan pilih,” kata dia. 
Suryadi mengatakan, ramainya pengunjung di pasar dadakan ini bukan jaminan banyaknya pembeli. Lebih banyak orang yang sekadar melihat-lihat selama menunggu berbuka puasa. Seperti diakui Haji Udin (54), seorang penggemar batu akik yang datang di pasar ini. 
“Sambil nunggu buka puasa, sekalian lihat-lihat, siapa tahu ada yang cocok,” kata pemilik batu jenis bacan dan kalimaya ini. 
Meski keberadaan pasar dadakan ini turut menyumbang kemacetan, namun menciptakan multiplier efek yang tak sedikit. Memanfaatkan pengunjung yang datang, akhirnya banyak pula warga yang memanfaatkan untuk menjual makanan ringan untuk berbuka. 
——————————————————-
MINGGU, 28 Juni 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Fotografer : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...