Meski Dialihkan, Banyak Sopir Truk Ngotot Lewat Lintas Timur

Petugas sedang mengatur Pengalihan Jalan di Lintas Sumatra
CENDANANEWS(Lampung) – Jebolnya Jembatan di Desa Ruguk Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan membuat kendaraan bertonase berat dialihkan ke Jalan Lintas Sumatera atau Jalan lintas Tengah. Pengalihan arus kendaraan yang melintasi Jalan Lintas Pantai Timur tersebut diberlakukan mulai hari Rabu (3/6/2015).
Pengalihan jalur tersebut agaknya belum disosilisasikan kepada para awak angkutan terutama yang berasal dari Pulau Jawa menuju pulau Sumatera setelah turun dari kapal di Pelabuhan Bakauheni. 
Dari pantauan Cendananews.com hari ini semenjak mulai pukul 00:00 WIB semua kendaraan bertonase berat dialihkan melalui Jalan Lintas Sumatera yang merupakan Jalan Lintas Tengah Sumatera. Beberapa anggota polisi lalulintas berjaga jaga di pertigaan Jalinpantim dan Jalinsum.
Baca juga: Jembatan Rusak Parah, Truk akan Dialihkan ke Lintas Tengah
Meskipun sudah ada petugas yang berjaga namun beberapa kendaraan bertonase berat masih melintas di Jalan Lintas Pantai Timur tersebut. Bahkan salah satu sopir kendaraan truk asal Bandung tujuan Sukadana Lampung Timur masih terlihat melintas.
“Saya tetap melintas karena tidak ada petugas yang mengarahkan, saya pikir masih bisa dilewati, kalau nanti tak boleh melintas balik kanan lagi,” ungkap Ucok kepada Cendananews.com Kamis (4/6/2015).
Ia mengungkapkan belum melihat larangan melintas yang dipasang sebagai penunjuk arah sehingga tetap ngotot melalui jalur lintas pantai Timur dan beralasan kendaraan yang dibawa tidak membawa beban berat.
Pasca semakin besarnya lubang di tengah jembatan di Desa Ruguk Jalan Lintas Timur Desa Ruguk Kecamatan Ketapang Lampung Selatan sejak satu pekan lebih, kendaraan dengan bobot berat akan dilarang melintas. Sementara jenis kendaraan roda dua, kendaraan pribadi serta kendaraan bertonase sedang masih diperbolehkan melintas.
Kepala Satuan lalu lintas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto saat dikonfirmasi Cendananews.com mengungkapkan larangan tersebut dilakukan agar jembatan tersebut tidak putus akibat dilalui kendaraan berat. Bahkan Mubiarto mengungkapkan, sejak Selasa (2/6/2015) pihaknya sudah melarang kendaraan bertonase berat melintas di ruas jalan tersebut.
Selama ini Jalan Lintas Pantai Timur banyak dilintasi oleh kendaraan pengangkut batu, pasir dari arah Kabupaten Lampung Timur menuju Lampung Selatan. Pasir sedot dan batu dikirim ke dermaga khusus untuk kemudian dikirim ke Pulau Jawa menggunakan kapal tongkang, namun akibat pengangkutan dengan kendaraan berat mengakibatkan jalan serta jembatan rusak dengan cepat.
Keputusan pembatasan tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan kepada petugas untuk melakukan perbaikan total di titik jembatan yang rusak tersebut.
Selama proses tersebut Kasat Lantas Polres Lampung Selatan itu mengungkapkan akan berkoordinasi dengan petugas pemeliharaan jalan negara yang ada di Provinsi Lampung, agar dalam waktu dekat perbaikan jembatan berlubang tersebut bisa dilakukan.

——————————————————-
Kamis, 4 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...