Meski Modal Minim, Lelaki ini Tekuni Usaha Meubel dan Kaligrafi

Kaligrafi Ukiran
LAMPUNG – Kayu kayu jati dengan ukiran ukiran terpajang di halaman depan rumah dan sebagian sedang dalam tahap pengecatan. Meubel dari kayu jati tersebut merupakan pesanan dari seseorang di Desa Sri Pendowo Kecamatan Ketapang Lampung Selatan Provinsi Lampung untuk perabotan ruang tamu. Usaha pembuatan meubel ditekuni oleh Sulis Fatoni (35) warga Desa Sripendowo sejak beberapa tahun silam.
Berbekal dari pengalaman dan belajar di sebuah pesantren di Jawa Tengah serta ikut bekerja di sebuah usaha pembuatan kerajinan meubel di Jepara Jawa Tengah, Fatoni akhirnya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan membuat meubel jati ukir sekembalinya di Lampung.
“Bekal belajar dan sedikit modal lalu saya praktekkan di tempat tinggal saya ini, mulai dari membuat meja kursi serta beberapa perabotan dari kayu,”ungkap Fatoni di Lampung, Sabtu (13/6/2015).
Setelah berjalan beberapa waktu akhirnya usahanya tersebut dilirik oleh Dewan Kerajinan Nasional daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Selatan dan sempat mendapat pembinaan. Setelah mendapat pembinaan usahanya pun dikenal dengan nama ” Rumah kreatif kaligrafi ukir Master binaan Dekranasda Lampung Selatan”.
“Awalnya sempat mendapat pembinan namun karena keterbatasan modal akhirnya tidak lagi dan bahkan sudah tak aktif lagi saya terlibat di dekranasda meski terus membuat meubel berukir,”ungkapnya.
Usaha meubel ukir yang ditekuninya menurut Fatoni terbilang rumit dan pemasarannya masih sulit karena saat ini peminat meubel berukir cukup sedikit karena faktor harga. Menyiasati hal tersebut ia mengungkapkan selain menekuni usaha meubel ukir ia pun menekuni pembuatan kaligrafi ukir.
“Keahlian membuat kaligrafi ukir berbahan baku kayu jati pun saya tekuni saat di pesantren dan kerja di Jepara,”ungkap Fatoni.
Fatoni mengaku kini ia membuat meubel berbahan baku kayu jati berdasarkan pesanan sebab karena keterbatasan modal ia sulit memperoleh bahan baku. Bahkan ia mengaku tak mampu membuat galeri untuk menampilkan kerajinan yang dibuatnya.
“Kalau tak ada pesanan mau membuat dalam jumlah banyak juga kuatir tak laku inginnya sih punya galeri sekaligus toko untuk berjualan harapan ke depan bisa secepatnya punya,”ungkap Fatoni.
Selain meubel berukir tersebut, Kerajinan kaligrafi yang dibuat oleh laki laki pemilik seorang puteri ini terkadang dipesan orang untuk hiasan di masjid atau rumah. Saat ini kaligrafi yang dibuatnya pun berdasarkan pesanan sehingga ia tak memiliki banyak stok untuk dipajang.
“Ada pesanan baru saya buat sehingga saat jadi diambil oleh pembeli dan yang ada di rumah ini beberapa yang belum dipesan pembeli,”ungkapnya.
Meski tak menyebutkan nominal omzet dari kerajinan meubel jati ukir, kaligrafi tersebut namun Fatoni mengaku terus menabung untuk mewujudkan mimpinya. Mimpi untuk mengembangkan usahanya lebih besar dan memiliki galeri dari meubel meubel ukir kayu jati miliknya. Pesanan yang masih dibebankan kepadanya membuktikan para konsumen menyukai ukiran ukiran kayu miliknya.
Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan akan meja, kursi, lemari, tempat tidur dari kayu jati yang tak bisa dibuatnya, ia mengaku mendatangkan ukiran kayu jati setengah jadi dari Jepara Jawa Tengah. Meubel berukir tersebut selanjutnya akan dirangkai dan disempurnakan hingga siap pakai.
“Kebetulan punya hubungan baik dengan tempat saya dulu bekerja sehingga kami tetap saling mendukung termasuk dengan mendistribusikan meubel yang setengah jadi,” ungkap Fatoni.
Usaha kerajinan pembuatan meubel di desanya menurut Fatoni memang sudah banyak namun untuk spesifikasi pembuatan ukiran khas Jepara ia memastikan hanya beberapa orang yang bisa mengerjakan termasuk dirinya. Peluang usaha tersebut menjadi harapan di tengah kondisi permodalan yang minim namun semangat laki laki tersebut tak menyerah untuk menafkahi keluarganya dengan jalan yang halal.

——————————————————-
Sabtu, 13 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...