MUI Padang Anjurkan Lakukan Beberapa Hal di Bulan Ramadhan

Ketua MUI Padang, Duski Samad
PADANG – Bulan Ramadhan yang menjadi ladang amal bagi umat Islam yang menjalankannya. Maka, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang mengimbau masyarakat agar menjalankan beberapa ibadah yang bisa mendulang banyak pahala.
“Menjalankan puasa Ramadan sebaiknya diikuti amalan yang lain seperti Tilawatil Qur’an ataupun shalat malam,” ujar Ketua MUI Padang Duski Samad, Kamis (25/6/2015).
Menurut Duski, dengan rajin membaca Al-Quran, jiwa akan tenang dan bisa menjadi tadabbur serta pelajaran mengenai kisah-kisah umat terdahulu.
“Makin seringnya membaca Alquran, pemahan kita tentang agama akan semakin dalam. Kedekatan kita dengan Sang Pencipta juga akan semakin terasa,” lanjutnya.
Selain baca Al-Quran, maka sholat malam atau tahajjud adalah ibdah kedua yang bisa jadi ladang peningkatan kualitas diri.
“Bukan hanya di Ramadhan saja sebenarnya, sholat malam juga dianjurkan dihari-hari lainnya. Namun di bulan penuh berkah ini, tentunya pahalanya lebih berlipat ganda. Kalau belum mampu tahajjud, masih ada pilihan sholat malam lainnya, seperti taraweh dan witir. Apalagi dikerjakan berjamaah, itu akan menjadikan persatuan antara sesama umat islam akan semakin kuat,” jelas Ulama yang juga berprofesi sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah, IAIN Imam Bonjol Padang ini.
Selain itu, menurut Duski. Ada kewajiban yang harus dilakukan agar diri memenuhi amalam Ramadhan. Zakat, sebuah kewajiban untuk menyisihkan harta yang telah genap senisab.
“Ibadah yang satu ini, mengajarkan bagaimana saling memberi dan mendidik agar tidak rakus. Bahwa sesungguhnya di dalam harta kita ada hak orang lain yang harus diberikan,” lanjutnya.
Soal didik mendidik ini, Duski berpendapat bahwa. Dalam bulan Ramadhan ini, selain mendidik perilaku, puasa juga mendidik mental, rohaniah dan fisik.
“Kita bisa lihat hasil dari Ramadan yang kita jalani ini, apakah nantinya benar-benar bisa membawa kita kepada kesucian lahir dan batin, atau tidak ada yang berubah setelah Ramadhan usai,” tegasnya.
Untuk urusan fisik, Duski menjelaskan. selama Ramadan fisik manusia akan sehat dan terjaga.
“Hadist sudah menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW, mengatakan Berpuasalah agar kamu sehat.  Sangat jelas sekali dengan keteraturan berpuasa yang ada, makan yang terjadwal dan kita cenderung tidak sembarangan memilih makanan. Mencari yang bergizi dan sehat, agar puasanya kuat,” jelasnya.
Maka secara tidak langsung, mental juga akan terdidik. Duski menjelaskan tentang bagaimana puasa itu mendidik mental manusia. Menurutnya berpuasa itu melatih ketaatan kita kepada Allah, baik itu dalam berdoa’a dan berzikir. 
Karena hanya kita dan tuhan sajalah yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak. Kalau manusia lainnya dapat di bohongi.
“Contohnya, orang yang biasa tidak disiplin, berpuasa akan mengajaran kedisiplinan baginya. Baik itu dalam ibadah, bekerja, makan dan hal-hal lainnya,” pungkas Duski.
——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad?
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad?
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...