Nasib Angkutan Umum Ditengah Menjamurnya Kendaraan Pribadi

Bemo kuning merupakan angkutan umum yang beroprasi di Kota Mataram
MATARAM – Hidup segan, mati tak mau, itulah mungkin pribahasa yang menggambarkan bagaimana kondisi angkutan umum terutama bemo Kuning yang selama ini beroprasi di Kota Mataram. Terpinggirkan dan mulai banyak ditinggalkan masyarakat sebagai transportasi alternative dan lebih memilih menggunakan mobil maupun speda motor pribadi.
“Jadi sopir angkot di Kota Mataram sekarang itu susah, penumpang seringkali sepi, mau hari libur maupun hari biasa, karena kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan speda mobil atau mobil pribadi, karena tau sendiri sekarang itu hampir sebagian masyarakat sudah memiliki motor sendiri dan jarang mau menggunakan angkutan umum,” kata Jojon sopir angkot asal Ampenan di Mataram, Rabu (24/6/2015).
Menurut Jojon dulu sebelum kendaraan pribadi seperti sepeda motor banyak seperti sekarang, dalam sehari dari mahasiswa, pelajar maupun masyarakat dari dan menuju Kota Mataram dirinya bisa dapat penghasilan dua sampai tiga ratus ribu sehari sama setoran ke pemilik angkot bemo kuning.
“Lumayanlah, meski sebenarnya untuk ukuran keluarga sebenarnya masih jauh dari kata cukup, sekarang seharian keliling Mataram, mendapatkan seratus ribu itu susahnya minta ampun,”katanya.
Sahmad, sopir angkot lain dari Kelurahan Dasan Agung Kota Mataram mengatakan mencari penumpang sekarang itu susah, sangat sepi, makanya kalau mengharapkan penghasilan dari dari penumpang jelas tidak akan dapat apa-apa, uang bensinpun belum tentu kembali.
“Kalaupun ada penumpang sekarang itu paling Cuma satu dua orang dari warga maupun pelajar dan mahasiswa, makanya bemo sekarang lebih banyak kita sewakan untuk mengangkut barang dan sayuran pedagang yang berjualan di pasar Bertais Mandalika, untuk kernet sekarang kita juga sudah tidak memakai, ”katanya.
——————————————————-
RABU, 24 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...