Nurul Huda, Sumbangsih Soeharto dalam Syiar Islam di Kulon Progo

KULON PROGO – Dengan kendaraan Roda dua, CND melintas di aspal mulus nan lebar, memasuki pintu masuk Kabupaten Kulon Progo dari arah Barat (Purworejo).
Logo selamat jalan dari kabupaten Purworejo telah di lewati. Tidak berapa lama kemudian sudah mulai memasuki Kabupaten Kulon Progo. Tampak parkir beberapa Kendaraaan berat di Reast Area. Tak lama lagi, Kantong parkir ini akan penuh saat para pemudik yang melepas penat dalam perjalanan mudik nya.
Jika melakukan perjalanan mudik dari Jakarta / Bandung ataupun wilayah lain, yang akan ke Yogyakarta atau wilayah timur melewati Jalur Selatan pasti akan melewati tempat ini. 
Saat CND melewati lokasi tersebut, kebetulan hampir masuk waktu Dzuhur. Jalanan  lengang saat tidak jam sibuk, namun berbading terbalik jika waktunya macet, karena akan  terlihat kendaraan padat merayap. 
Jalanan lebar mulus memang nyaman, walaupun cukup terik matahari bersinar tepat di atas ubun ubun. Angin laut selatan sangat terasa,menerabas walaupun tak begitu kencang terasa. Wah sudah sampai di Kabupaten paling barat di Propinsi DIY. 
Perjalanan tak lebih dari 4KM, dari pintu masuk Kabupaten. CND Putuskan istirahat sebentar sambil melakukan sholat dzuhur. Ahirnya sampai juga di masjid nya ‘Pak Harto’ di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Bangunan tersebut tampak Gagah sekali Masjid peninggalan Era Presiden Soeharto ini.
Masjid ‘Nurul Huda’ Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila. Tepat di sisi Utara jalan propinsi Jogja Jakarta dari jalur selatan. Hijau muda tampak mendominasi dinding masjid ini.
Tampak beberapa jamaah sedang istirahat, selesai melaksanakan Sholat Dzuhur.  Sekedar meluruskan punggung, melepas kepenatan dari sebuah perjalanan. Masjid ini terlihat bersih dan cukup terjaga keberadaanya. Disisi utara masjid tampak ruangan seperti ruang kelas yg di pergunakan untuk TPA (Tempat Pendidikan Al Quran) bagi para anak anak warga jamaah di sekitar masjid ini.
Masjid Nurul Huda nama mesjid tersebut, dan seukuran dengan masjid masjid Muslim Pancasila lainya. Baik corak Masjid Demak maupun luasan dan lebar bangunan. Temon merupakan Kecamatan paling barat- selatan dari Kabupaten Kulon Progo. Bergeser beberapa meter ke timur dari masjid ini, merupakan jalan /pintu masuk ke calon Bandara. Jadi betul betul strategis keberadaan masjid Nurul Huda ini.
Menurut catatan dari Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, ada 3 Masjid serupa yang di bangun di kabupaten Kulon Progo. Satu di kecamatan Temon ini, kemudian di Kecamatan Pengasih dan kecamatan Sentolo. 
Tak banyak yang bisa CND dapatkan informasi lebih detail dari masjid Nurul Huda ini, Karena belum bisa menemui Takmir / pengurus masjid ini.
Yang jelas dapat di lihat langsung oleh CND saat singgah di masjid ini. Masjid Nurul Huda tak pernah sepi. Seperti bergantian para jamaah yang singgah untuk melaksakan Sholat. CND sempat bertanya pada 1 rombongan yang kebetulan selesai melaksanakan Sholat fardhu. Supriyanto dari Cilacap
“Saya kalau ke Yogya, shalat di sini, enak tempat nya, parkir juga gampang” ujar Supriyanto.
Konsep awal pembuatan masjid ini memang unik. Seragam untuk semua daerah.  Yang jelas  Saat ini keberadaan Masjid Masjid ‘ Pak Harto’ ini. Bermanfaat sampai kapanpun. Terbukti telah seperempat abad masih berdiri tegak, dalam Syiar nya.
Memang terlihat sekali bahwa setiap saat memang masjid ini tak pernah sepi , baik jamaah ataupun para musyafir laksanakan sholat lima waktu. Masjid Nurul Huda di Kecamatan Temon adalah Salah satu dari sekian Masjid. Yang di bangun di era Presiden Soeharto.  Entah berapa besar jumlah biaya untuk bangunan semua masjid ini. Apakah bisa dengan uang RP 500 juta, sudah bisa untuk membangun masjid di sebuah desa di Jawa.
Dan inilah realita, yang terpenting prinsip bahwa masjid ini sudah terbangun dan bermanfaat sampai akhir nanti. Dan masjid harus bagus, kokoh sebagai wujud semangat dalam menjalankan ajaran Islam.
Saat menjelang sholat fardu, masjid-masjid Muslim Pancasila ini masih dan akan terus mengumandangkan azdan. Untuk mengingatkan kita semua agar bersiap-siap untuk menunaikan sholat berjamaah, tanda syukur dan tunduk pada sang Khalik pencipta alam semesta ini. Terima kasih HM Soeharto, atas sumbangsihmu dalam pembangunan masjid demi Syiar Islam. Yogya Barat, Temon, Kulon Progo. 

——————————————————-
SELASA, 30 Juni 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...