Pasca Konflik, Kerusakan Masjid YAMP di Ambon Butuh Perbaikan

Masjid YAMP Perumnas Poka Ambon
AMBON – Masjid Muhajirin milik Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) di Perumahan Nasional (Perumnas) Poka Kelurahan Poka Kecamatan Teluk Ambon Baguala Kota Ambon Provinsi Maluku, satu dari sekian rumah ibadah yang pernah menjadi korban akibat konflik horizontal pecah di tanah para raja-raja tersebut.
Jejak Ramadhan kali ini, wartawan CND Rabu (24/6/2015) sempat mampir dan sholat Ashar berjamaah di masjid tersebut. Masjid milik YAMP itu pernah terbakar akibat konflik horizontal melanda Maluku dan khususnya Kota Ambon, pada 1999-2004 silam.
Atap masjid akibat sniper dan pemukiman warga sekitar terbakar, api merembet membakar masjid yang beratapkan daun genteng. Pagar beton dipadu teralipun dirusaki oleh massa hingga rata dengan tanah. Sampai sekarang belum dibangun. Pasca konflik, masyarakat setempat gotong-royong merehabilitasi bangunan masjid yang pernah terbakar itu.
Sebahagian pemukiman warga di sekitar masjid pun tampak masih ada puing-puing akibat konflik 1999, dan sampai detik ini juga belum dibangun. Kabarnya, warga Perumnas Poka (pra konflik hidup heterogen), tapi karena konflik terpaksa mereka mengungsi ke kawasan yang aman atau tinggal bersama sanak family mereka.
Sebelumnya ada dana Inpres 6 tahun 2003 sebesar Rp 4,4 Triliun yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk recovery (membangun) kembali Maluku pasca konflik, termasuk rehabilitasi sejumlah rumah ibadah (masjid, gereja dan lain-lain), namunbuktinya sebagian rumah ibadah yang jadi korban konflik tidak pernah direhab oleh pemerintah.
Kala itu, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku di bawah kendali mantan gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalu, Wakil Gubernur Maluku Memed Latuconsina (almarhum), dan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Said Assagaff, (Sekarang Gubernur Maluku), mendapat kucuran dana inpres nomor 6 tahun 2003 untuk recovery Provinsi Maluku pasca konflik sial tersebut.
Samsudin Sabandar
Salah satu bukti dapat dilihat dari masjid Muhajirin milik Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila di Perumnas Kelurahan Poka Kota Ambon yang sudah berusia 29 tahun (1986-2015), untuk perawatan atau rehabilitasi masjid tidak mendapat bantuan pemerintah.
Meski bangunannya gagah dan masih kokoh seperti sekarang, itu karena pemeliharaan hingga rehab menggunakan swadaya masyarakat, bukan bantuan pemerintah. Uang swadaya atau kotak amal jika dipakaipun pasti dilaporkan setiap Jum’at kepada Jamaah.
Di era Presiden RI Kedua Almarhum HM. Soeharto, selaku Ketua Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila, untuk perawatan masjid Muhajirin itu pihak yayasan memberikan bantuan. Ironisnya, saat ini sentuhan pemerintah tidak ada.
Samsudin Sabandar salah satu pengurus sekaligus imam masjid Muhajirin YAMP, saat ditemui wartawan CND usai sholat Ashar berjamaah Rabu (24/6/2015) mengakui, dirinya tidak digaji.
Jangankan digaji, menurut Samsudin, uang untuk pemeliharaan masjid selain dari swadaya masyarakat muslim Perumnas Poka Ambon, juga memanfaatkan uang hasil kotak amal yang diperoleh setiap Jumat.
“Semoga ada pihak yang bisa membantu untuk perawatan masjid kami ini,” harapnya.
Rata-rata masjid yang dibangun oleh pihak Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila karakter bangunannya mirip masjid Demak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.
Lantas momentum ramadhan saat ini apa kegiatan di masjid, Samsudin (imam masjid Muhajirin) ini menerangkan, warga muslim Perumnas Poka memanfaatkannya selain untuk sholat juga tadarrus, ceramah dan kajian islami dilakukan para pemuda dan remaja masjid.

——————————————————-
RABU, 24 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy?
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...