Pembatasan Mobil Barang akan dilakukan Saat Angkutan Lebaran

KMP Sebuku
LAMPUNG – Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Heru Purwanto mengungkapkan PT ASDP sudah melakukan berbagai persiapan jauh hari untuk angkutan arus lebaran tahun ini. Beberapa persiapan tersebut diantaranya infrastruktur dermaga, kantong parkir serta sumber daya manusia.
Secara khusus Heru Purwanto mengungkapkan akan ada pembatasan kendaraan barang yang dimaksudkan untuk memperlancar pergerakan orang dalam melakukan perjalanan mudik.
Instruksi tersebut menurut Heru Purwanto sesuai dengan keputusan Kementerian perhubungan dengan  melakukan pembatasan angkutan barang yang berlakukan H-4 sampai dengan H+1 yang berlaku di semua pelabuhan di Indonesia.
“Seperti tahun tahun sebelumnya pembatasan angkutan barang akan dilakukan untuk prioritas angkutan penumpang yang akan melakukan mudik lebaran sehingga kendaraan barang sementara tidak beroperasi,” ungkap Heru Purwanto di Lampung,  Minggu (7/6/2015).
Ia mengungkapkan sesuai keputusan Menteri Perhubungan maka mulai tanggal 13 Juli 2015 (H-4) pkl.00.00 WIB sampai dengan tanggal 19 Juli 2015 (H+1) pkl.24.00 WIB di Provinsi Lampung, Pulau Jawa dan Bali dilarang beroperasi kendaraan angkutan barang yaitu kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandeng) dan kendaraan kontainer serta pengangkut barang dengan sumbu lebih daru dua.
Larangan tersebut tidak berlaku bagi mobil pengangkut BBM dan BBG, ternak, bahan pokok (beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, cabe merah, bawang merah, kacang tanah, daging sapi, daging ayam dan telur, pupuk, susu murni, barang antaran pos, barang ekspor impor dan ke pelabuhan laut Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak yang telah mendapat izin Kepala Dinas propinsi setempat.
Pengangkutan bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui moda darat, laut dan udara harus diprioritaskan dan untuk kegiatan ekspor impor diberikan dispensasi oleh Dinas Perhubungan propinsi setempat.
“Prioritas kendaraan untuk mengangkut penumpang lebih diutamakan sementara kendaraan pengangkut lain yang masih bisa bertahan bisa setelah angkutan lebaran,” ungkap Heru Purwanto.
Segala macam persiapan dilakukan oleh PT ASDP jauh jauh hari dalam rangka memberikan kenyamanan untuk para pemudik terutama yang menggunakan jasa pelayaran kapal Roll On Roll Offf (Roro) di lintasan Selat Sunda.
Sementara itu dihubungi terpisah,Kepala Cabang Utama PT ASDP Pelabuhan Merak, Yanus Lentanga mengungkapkan akan menyiapkan sekitar 56 kapal Roll On Roll Off(Roro) untuk lintasan Selat Sunda pada angkutan arus mudik tahun ini.
Beberapa dermaga telah disiapkan, bahkan Yanus Lentanga mengungkapkan persiapan di Pelabuhan Merak dalam menghadapi angkutan lebaran tahun ini sudah mencapai 90 persen.
Menurutnya sekitar 50 kapal Roro dipastikan akan melayani angkutan lebaran. Sementara itu terkait pembangunan dermaga IX dan X Merak, Yanus Lentanga mengungkapkan masih dalam tahap rencana.
Pelabuhan tersebut direncanakan akan dibangun di Pulau Merak Besar yang berada di seberang Merak. Jembatan akan dibangun menghubungkan pulau tersebut yang selanjutnya akan digunakan menghubungkan ke dermaga IX dan X.

——————————————————-
Minggu, 7 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...