Pemda NTB akan Terbitkan Pergub Penangkapan Lobster

Ratusan nelayan dari berbagai Kabupaten NTB saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur NTB beberapa waktu lalu yang menuntut pemerintah mencabut Permen no 1 tahun 2015, karena dinilai merugikan nelayan

MATARAM – Meski pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan telah mengeluarkan peraturan mengenai larangan penangkapan dan penjualan lobster yang beratnya di bawah 200 gram, tapi Pemerintah Daerah (Pemda) NTB akan mengeluarkan peraturan yang membolehkan nelayan menjual lobster di bawah 200 gram
“Pemda NTB akan mengeluarkan peraturan yang membolehkan nelayan melakukan penangkapan dan penjualan lobster di bawah 200 gram, melalui peraturan Gubernur ,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov NTB, Aminollah di Mataram, Selasa (23/6/2015
Aminullah menyampaikan, saat ini sekretaris Komisi II DPRD NTB, bersama beberapa pimpinan Dewan, akan menemui Gubernur NTB untuk membicarakan pembuatan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang dibolehkannya nelayan melakukan penangkapan dan menjual Lobster meski berukuran dibawah 200 gram.
Namun, sebelum Pergub itu dibuat, para wakil rakyat itu akan menemui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mencari solusi terhadap Permen nomor 01 tahun 2015 tentang larangan penangkapan lobster.
“Memang Dewan kita akan temui Menteri Susi cari solusi terkait Permen yang mengatur larangan tersebut, bila perlu revisi. Kalaupun mentok tetap kita buat Pergub,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, review Permen yang diharapkan yakni membolehkan penangkapan serta pembelian benih lobster, serta ada kajian khusus mengenai ukuran yang diperbolehkan itu.
Kalaupun tidak bisa direvisi, pemerintah harus siap membeli hasil tangkapan petani, dalam segala ukuran tidak hanya mengacu pada ukuran 200 gram. Karena, dengan acuan itu petani merasa berat dalam pembudidayaan membutuhkan dana serta waktu lama yakni Enam bulan bisa panen.
“IntInya keberangkatan Dewan kita untuk minta Permen ditinjau ulang, kalaupun ada Permen juga tidak jadi jaminan adanya kemungkinan terjadinya jaul beli lobster berbagai ukuran sampai keluar daerah bahkan luar negeri. Karena, dirinya mendapatkan sinyal terjadinya black market dilapangan,”katanya.
Sementara itu Sekretaris Komisi II DPRD NTB, Yek Agil yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya akan menemui Gubernur untuk membicarakan solusi terhadap petani lobster kita dan akan menemui Menteri Susi.
“Apapun hasilnya nanti kami sampaikan, yang jelas membawa amanah masyarakat,”ungkapnya.
Terpisah anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Dapil NTB, H. Suhaimi Ismy menyampaikan, dirinya sudah berusaha berkoordinasi dengan Dirjen perikanan dan Keluatan bicarakan soal keluahan masyarakat terkait Permen tersebut.
Alhasil, kata Suhaimi, ada kemungkinan Permen akan direvisi ulang dan kalau tidak hasil tangkapan petani akan dibeli oleh pemerintah sesuai standar harga. KKP janji berikan dua opsi yakni Permen direvisi atau hasil tangkapan petani akan dibeli. Namun, dirinya lebih meyakini permen itu direvisi.
“Jika Permen itu direvisi akan memberikan dampak baik bagi nelayan karena dapat menangkap lobster dan menjualnya bebas seperti sebelumnya dan kalaupun tidak direvisi, hasil tangkapan petani akan dibeli pemerintah yang nantinya pemerintah akan membesarkan dan menjualnya sesuai berat yang di perbolehkan,”katanya.
Namun, selama ini nelayan tidak pernah mau tahu akan aturan karena yang ditahu petani adalah menangkap kemudian menjual dan mendapatkan uang juga bisa makan. Sehingga, para Senator terus mendesak agar KKP segera merealisasikan janjinya itu dan dirinya memastikan tidak lewat tahun 2015 ini.
Dia menambahkan, solusi itu nanti tidak memberatkan nelayan, secara teknis dirinya serahkan kepada KKP karena dianggap tidak penting. Hanya solusi yang diharapkan. Temasuk juga berapa harga pembelian kalau memang solusi kedua diambil mereka.
“Kami tidak mau main kucing-kucingan, yang penting solusi itu diharapkan bukan janji. Itulah sebabnya kita terus desak mereka,” terangnya.

——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...