Pemerintah Diharapkan Perhatikan Nasib Petani Tembakau

Seorang petani nampak sedang memeriksa daun tembakaunya dari serangan hama ulat pemakan daun
LOMBOK – Seringnya mengalami kerugian setiap tahun, Petani tembakau di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengharapkan pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib petani, melalui regulasi dan kebijakan yang melindungi petani, terutama terkait masalah harga tembakau pas musim panen nanti dari para rentenir.
“Selama beberapa tahun terahir, kualitas dan hasil panen tembakau cukup menjanjikan, tapi dari penjualan petani mengalami kelesuan, banyak di antara petani tembakau kering maupun basah harus menderita kerugian serta menanggung hutang puluhan sampai ratusan juta rupiah, baik karena merugi karena cuaca maupun yang kena tipu dari para pembeli” kata Tohri, Petani asal Desa Kateng, Kabupaten Loteng, Minggu (21/6/2015).
Sementara itu, Suriani asal Desa mangkung berharap pada musim tanam tembakau tahun ini selain tidak terkendala hujan lebat, harga jualnya juga bisa lebih mahal dan terpenting tentunya pembayaran dari para pembeli maupun gudang bisa berlansung lancar, tanpa ada hambatan.
Karena masalah yang paling sering menimpa petani, tembakau sudah dikontrak semua, para pembeli tiba-tiba hilang dan tidak pernah mau membayar tembakau petani dengan alasan merugi, ahirnya kita hanya bisa gigit jari, di sisi lain hutang modal petani menanam tembakau saja kadang-kadang belum dilunasi.
“Dalam kondisi seperti ini interpensi pemerintah terutama untuk menekan para pengusaha rokok yang membeli tembakau petani dengan harga yang pantas dan sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan petani” ungkapnya.
——————————————————-
MINGGU, 21 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...