Pemilik Rumah Makan Merugi Akibat Pengalihan Lalu Lintas

Truk melewati sebuah rumah makan di Lampung
CENDANANEWS (Lampung) – Pengalihan jalur lalu lintas di ruas Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera berakibat langsung pada para pemilik usaha rumah makan. Puluhan pengusaha rumah makan berukuran besar, sedang merasakan dampak dari pengalihan kendaraan yang biasanya melintas di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera dan dialihkan ke lintas tengah.
Salah satu pemilik rumah makan di Jalan Lintas Pantai Timur, Marpaung (45) mengaku akibat kendaraan jenis truk, bus yang tak lagi melintas di jalur tersebut sudah tak ada lagi kendaraan besar yang berhenti dan makan di rumah makan miliknya.
Marpaung mengaku sudah memiliki langganan beberapa awak armada kendaraan ekspedisi jenis truk pengangkut kendaraan dan barang, bus dan travel. Akibat jembatan rusak di Desa Ruguk Jalan Lintas pantai Timur maka kendaraan bertonase berat tak lagi boleh melintas sementara waktu.
“Selain dilarang melintas, ada dua titik perbaikan di jalan lintas Timur yakni di Desa Ruguk dan Muara Baru, akibatnya kendaraan kecil pun terhambat,” ungkap Marpaung kepada Cendananews.com Kamis (4/6/2015).
Marpaung mengaku dalam sehari sekitar 20 unit kendaraan lebih mampir ke rumah makan miliknya dan kini jumlah tersebut berkurang setengahnya. Meskipun sementara menunggu perbaikan jembatan yang rusak selesai, omzet penjualan di rumah makan miliknya diakui berkurang.
“Saya tak mau menyebut nominalnya tapi secara kasat mata saja sudah terlihat berkurang, truk tidak ada lagi yang lewat sementara ini, apalagi nanti jika jembatan dirombak total otomatis malah ga ada mobil lewat karena dialihkan total,” ujar Marpaung.
Pemilik usaha rumah makan lain pun mengaku rugi, Saminah (34) yang memiliki warung makan mengaku dampak pengalihan jalur akibat rusaknya jembatan di desa Ruguk terlihat dari berkurangnya kendaraan yang mampir ke warungnya. Namun ia mengaku masih ada beberapa kendaraan yang mampir ke warungnya yang rata rata kendaraan jenis travel dan sudah menjadi langganan.
“Lumayan masih ada yang masih makan di warung saya terutama sopir kendaraan kecil yang akan menggunakan penyeberangan di dermaga LCT bukan di pelabuhan ASDP Bakauheni,” ungkapnya.
Perbaikan jalan di titik jembatan Desa Ruguk dilakukan dengan mulai mendatangkan alat berat ke lokasi. Sementara itu polisi lalu lintas dari Polres Lampung Selatan terlihat berjaga di pertigaan menara Siger dan juga di simpang lima Jalan lintas Timur.
Kepala Satuan lalu lintas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto mengungkapkan pengalihan jalur akan dilakukan hingga proses perbaikan jembatan selesai.
“Polisi hanya bertugas mengamankan jalur serta menjaga agar kendaraan berat tidak melintas di jalur tersebut terkait kapan selesainya belum bisa dipastikan tapi diharapkan secepatnya selesai,” ungkap Mubiarto.
Akibat pengalihan jalur tersebut juga kemacetan parah terjadi di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni sebab kendaraan yang biasanya melintas di Jalan Lintas Timur menggunakan lintas tengah.
Sementara itu ruas jalan Simpang Gayam hingga Simpang lima yang biasanya dipergunakan sebagai jalur alternatif pun tidak digunakan akibat jalan yang rusak parah dan warga sempat memblokir jalan.
Berdasarkan informasi warga sengaja memblokir jalan akibat kendaraan bertonase berat melewati jalan tersebut dan mengakibatkan kerusakan jalan serta debu beterbangan dan mengganggu pernafasan warga.

——————————————————-
Kamis, 4 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...