Pemprov Maluku Keluhkan Minimnya Kucuran Dana Irigasi

Ir. Alberth Maelissa, M.Si
AMBON – Kasi Irigasi Bidang PSDA Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Maluku, Ir. Alberth Maelissa, M.Si yang dikonfirmasi di Ambon Minggu (21/6/2015) mengatakan, soal dana pemeliharaan irigasi yang dikucurkan pemerintah pusat ke Provinsi Maluku hingga sekarang sangat tidak mencukupi atau masih minim.
Alasannya, anggaran yang diterima Maluku saat ini hanya Rp 1 miliar. Bahkan Rp 1 miliar itu digunakan untuk penanganan daerah-daerah irigasi di Provinsi Maluku khusus untuk pemeliharaan saja.
Bahkan jika dihitung dengan baik dan dirincikan otomatis dana tersebut tidak cukup atau sangat kecil.
Katanya, koordinasi menyangkut penanganan daerah-daerah irigasi baik-baik saja, tidak ada masalah. Tapi, untuk masalah dana jika dihitung dengan baik, khusus untuk pemeliharaan, masih tidak mencukupi target pemerintah untuk 1.000 Hektar.
Menurutnya, anggaran Rp 1 miliar untuk pemeliharaan itu, jika disesuaikan dengan APBD hal tersebut justru belum sesuai. Alasannya, menyangkut pemeliharaan untuk 1 hektar daerah irigasi anggarannya sebesar Rp  Rp 300 juta.
Sehingga bila ditotalkan sesuai luas daerah irigasi yang ditetapkan yakni 1000 -3000 hektar, maka untuk biaya pemeliharaan saja hal tersebut tidak cukup.
Disamping itu, kata Alberth, dana yang ada untuk tahun 2015  melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) diperuntukan ke wilayah pulau buru dan seram.
Untuk luas di bawah 1000 hektar lanjutnya, itu merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten. Sedangkan untuk 1000 – 3000 hektar kewenangan itu ada pada Pemerintah Provinsi.
Sementara untuk di atas 3000 hektar kewenangan ada pada Pemerintah Pusat. Kata dia, sejauh ini pekerjaan penanganan khusus di bawah 1000 hektar yang dilakukan Pemkab di Maluku belum maksimal.
“Hal tersebut karena dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat masih minim,” katanya.
——————————————————-
SENIN, 22 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...