Pengamat: Cengkeh dan Pala Maluku Harus Jadi Primadona Lagi

Cengkeh
CENDANANEWS (Ambon) – Tanaman Cengkeh dan Pala adalah khas Provinsi Maluku yang sudah laris atau diincar orang asing, bahkan sejak pra kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan hingga sekarang.
Di era penjajahan (kolonialisme) baik oleh Belanda, Protugis maupun Jepang, para koloni itu sangat tergila-gila akan hasil rempah-remah milik Provinsi yang kental dengan budaya pela dan gandongnya itu (julukan bagi Maluku).
Direktur Eksekutif Mollucas Economy of Institute,
Tammat R Talaohu
Sayangnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku terkesan lupa akan dua tanaman khasnya tersebut. Padahal, dari segi pembangunan ekonomi kerakyatan, dua komoditas khas Maluku itu bisa dikembangkan oleh daerah sehingga bisa memakmurkan para petani dua komoditas tersebut.
Menyangkut hal tersebut, Direktur Eksekutif Mollucas Economy of Institute, Tammat R Talaohu yang dimintai tanggapannya oleh CENDANANEWS di Ambon, Selasa (2/6/2015) menyatakan, Pemda Provinsi Maluku selama ini belum menunjukan keberpihakannya kepada para petani cengkeh dan pala.
“Seharusnya Pemda Provinsi Maluku mengembangkan ekonomi petani cengkeh dan pala. Tapi yang terjadi lain, tentunya hal ini sangat kita sesalkan,” ujarnya.
Tammat R Talaohu menyarankan, Pemda Provinsi harus melindungi petani cengkeh dan pala di Maluku, dengan cara memberikan subsidi berupa bibit, pupuk hingga pemasarannya.
Menurut dia, hal tersebut sangat penting dilakukan oleh Pemda Provinsi agar dua komoditas khas tersebut bisa kembali menjadi primadona untuk Maluku.
Tammat juga menyarankan, agar Pemda Provinsi Maluku membuka ruang pasar hingga ke mancanegara agar posisi petani Cengkeh dan Pala asal Maluku makin kuat.
Dijelaskan, Pemda Provinsi Maluku harus melindungi petani Cengkeh dan Pala juga bisa  dengan cara membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus untuk membeli hasil kedua komoditas ini dari para petani dengan harga yang telah dipatok, dimana dapat menguntungkan para petani Cengkeh dan Pala.
“Jadi, tidak sepenuhnya diserahkan ke mekanisme pasar seperti sekarang,” sentilnya.
Selain itu, Tammat juga meminta, ke DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Maluku, untuk membuat Peraturan Daerah yang secara khusus mengatur tentang perlindungan kedua komiditas khas Maluku (cengkeh dan pala) itu.
“DPRD dapat menginisiasinya dengan mengajukan perda inisiatif. Ini diperlukan agar petani cengkeh dan pala serta hasil panen mereka mendapat nilai ekonomis tinggi dan Maluku dapat membanggakan kembali kedua komoditas itu sebagaimana dahulu kala,” bebernya.
Tammat menambahkan, sejak dulu orang Maluku hidup dengan dua hasil komoditas tersebut. Bahkan sampai sekarang atas hasil Cengkeh dan Pala itulah, para petani dua komoditas itu mampu menyekolahkan anak mereka hingga ke jenjang perguruan tinggi.
“Ribuan anak negeri Maluku yang mencapai sarjana hingga sekarang, itu juga karena hasil cengkeh dan pala. Jadi, sudah saatnya Pemda Provinsi dan DPRD di Maluku memembuat gebrakan atau kebijakan untuk menghidupkan kembali para petani Cengkeh dan Pala di Maluku,” tegasnya.
——————————————————-
Rabu, 3 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...