Pengambak Ikan Harapkan yang Terbaik bagi Nelayan

Ikan hasil tangkapan nelayan
CENDANANEWS (Denpasar) – Ikan merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Bali. Terjaganya mata rantai distribusi ikan merupakan hal teramat krusial. Nelayan sebagai pemegang kunci pertama dalam mata rantai distribusi memainkan peran yang sangat penting. Jika nelayan tidak bisa mendapatkan ikan dalam jumlah yang cukup, maka distribusi akan mengalami kendala cukup besar.
Hal ini diungkapkan Munggih, seorang Pengambak ikan (pengepul ikan) di kampung nelayan Kedonganan. Seberapapun besarnya daya tampung pengambak ikan, jika nelayan tidak berhasil membawa ikan dalam jumlah yang cukup maka hal itu sangat bermasalah kedepannya. 
Pengambak ikan, Munggih
“Inti awal ada di nelayan jika ingin distribusi ikan lancar,” ujar Munggih di Denpasar, Jumat (5/6/2015).
Ikan-ikan yang diambak sangat beragam. Dari ikan tongkol, baronang, kakap merah dan hijau, sampai ikan terbang. Setelah membeli dari nelayan, maka Ibu Munggih menjual ke pasar tradisional seharga 15,000 rupiah per Kilogram.
Ikan Tongkol dan Tenggiri merupakan favorit Ibu Munggih. Hal ini disebabkan harga ikan tersebut cenderung stabil dibandingkan ikan-ikan lainnya.
“Jika ada ikan tuna maka saya usahakan membelinya semua sebelum dibeli Pengambak lain. Ikan Tuna sangat digemari karena dagingnya yang empuk,”katanya.
Usaha Munggih adalah melanjutkan usaha Ibunya. Jadi jika ditotal sejak pertama kali ibunya menjadi pengambak sampai era Ibu Munggih, maka sudah kurang lebih lima puluh tahun usaha ini bertahan.
Harapan Munggih semoga nelayan mendapatkan hasil terbaik setiap harinya, agar semuanya lancar.
——————————————————-
Jumat, 5 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...