Pengembangan Buah Kelapa sebagai Komoditas Industri di Karangasem

Tumpukan buah kelapa
DENPASAR – Selain diselimuti hutan yang cukup lebat, desa bug-bug kabupaten karangasem terletak di tepi pantai. Dengan posisi geografis seperti itu, otomatis banyak sekali pohon-pohon kelapa. Ada yang memang tumbuh liar, ada juga yang dimiliki oleh masyarakat desa.
Budi, seorang warga asli Karangasem yang tinggal di desa bug-bug memanfaatkan dengan membuka pengepulan kelapa yang nantinya dijual kembali sebagai bahan baku industri dan konsumsi. Semua buah kelapa dibeli dari masyarakat desa bug-bug sampai sekitar pinggiran kota karangasem.
Satu biji buah kelapa bisa menjadi beberapa komoditas dagang. Sabut kelapa bisa untuk bahan baku industri pembuatan furniture, jok mobil dan pesawat terbang. Batok Kelapa bisa diolah menjadi arang dan kerajinan tangan berupa aksesoris kalung, hiasan dinding, dan lainnya. Isi kelapa bisa untuk diolah menjadi Kopra. Terakhir, sebagai bahan konsumsi, kelapa bisa untuk jadi es kelapa muda dan santan.
Pengepulan kelapa milik budi mengirim sabut kelapa ke pabrik-pabrik furniture dan jok mobil serta jok pesawat terbang di Banyuwangi sampai Surabaya. Batok kelapa dan bahan baku kopra biasa dijual Budi ke kota-kota di wilayah Bali. Sedangkan untuk konsumsi hanya dijual ke restoran-restoran di kawasan wisata Karangasem, dan pedagang-pedagang es kelapa muda.
Satu Truk pengiriman ke Jawa Timur dipatok harga 400,000. Untuk bahan baku kopra yang sudah dikeringkan dan siap diolah, dijual ke perusahaan pengolahan minyak di wilayah Bali dengan harga 7,000 rupiah per kilogram.
Ke depannya Budi berharap kelapa sebagai komoditas industri dapat lebih berkembang di Bali. Bukan sebagai penyedia bahan baku saja, namun sekaligus sebagai pengolah bahan baku tersebut menjadi hasil industri. Walaupun saat ini sudah berkembang dalam bentuk industri kreatif aksesoris dari batok kelapa, Budi berharap lebih dari itu.

——————————————————-
Minggu, 7 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...