Perbaikan Dermaga II Pelabuhan Bakauheni Dikebut

LAMPUNG – Perbaikan kerusakan pada moveamble bridge (jembatan ke kapal) di dermaga II Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Provinsi Lampung dikebut. Bahkan sementara diperbaiki, pelayanan pada dermaga II tersebut dialihkan ke dermaga plengsengan dan dermaga lainnya, untuk mengurai kepadatan selama proses perbaikan.
Manager operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Cabang Bakauheni, Heru Purwanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, perbaikan memakan waktu sekitar 3 minggu. Namun ia mengungkapkan dua minggu sebelum lebaran dermaga tersebut dipastikan sudah bisa berfungsi.
“Penguatan Moveable Bridge kita lakukan jauh sebelum arus mudik agar fasilitas tersebut prima saat digunakan pada angkutan mudik lebaran,”terang Heru Purwanto saat dikonfirmasi Cendananews.com Minggu (28/6/2015).
Selain fasilitas moveable bridge, perbaikan juga dilakukan pada fasilitas dolphin (fasilitas tambat kapal), penguatan kantong parkir yang ada di dermaga tersebut. Penguatan kantong parkir dilakukan bertahap per dermaga, menyusul tambahan dermaga VI pelabuhan Bakauheni yang bisa digunakan untuk sandar kapal dengan bobot di atas 5000 gross ton.
Heru Purwanto, selaku manager operasional PT ASDP juga telah melakukan persiapan antisipiasi lonjakan arus mudik dengan melakukan berbagai persiapan, diantaranya persiapan fasilitas dermaga serta fasilitas untuk pelayanan kepada para pengguna jasa pelayaran, selama arus mudik nanti berlangsung. Ia memprediksi, mudik lebaran tahun ini yang melalui penyeberangan pelabuhan Bakauheni-Merak akan kembali mengalami peningkatan. Bahkan peningkatannya akan melebihi tahun sebelumnya.
“Kami memprediksi, peningkatan arus penyeberangan pada musim mudik lebaran tahun ini akan mengalami kenaikan 10-15 persen. Alasannya, musim mudik lebaran tahun ini bersamaan dengan libur sekolah,”ujar Heru Purwanto..
Heru Purwanto pun mengungkapkan, untuk mengantisipasi membludaknya penumpang. Terutama saat arus balik bagi pelabuhan Bakauheni selama arus balik, pihaknya akan memuat penumpang pejalan kaki di seluruh deramga yang beroperasi.
“Kita telah lakukan perbaikan fasilitas di semua dermaga harapannya saat pelaksanaan arus mudik dan balik semua dermaga dioperasikan dan kapal kapal bisa difungsikan,”ungkapnya.
Secara khusus Heru mengungkapkan, pada arus mudik tahun ini semua penumpang pejalan kaki hanya diarahkan pada dermaga 1,2 dan 3 yang telah terhubung dengan gang way dari jalur pembelian tiket. Sedangkan untuk dermaga 5 dan 6 belum terhubung.
Selain itu dengan belum adanya gangway pada dermaga lain, PT ASDP nantinya akan menyiapkan shutle bus (bus angkutan khusus) untuk membawa penumpang dari loket pembelian tiket ke dermaga 5 dan 6 yang letaknya brjauhan dengan loket pembelian tiket dan belum dibuat gangway.
Bus yang nantinya digunakan, terang Heru, yakni bus penumpang yang ada di terminal penjemputan pelabuhan Bakauheni. Menurutnya, berkaca dari data mudik lebaran tahun lalu. Dimana puncak arus balik di pelabuhan Bakauheni terjadi pada H+4. Kemungkinan tahun ini pun puncak arus balik akan terjadi pada H+4.
Heru mengungkapkan melihat data patokan pada tahun lalu di mana pada tahun 2014 saat puncak arus balik jumlah penumpang yang menyeberang sebanyak 115 ribu orang. kendaraan roda dua 19 ribu dan roda 4 sebanyak 14 ribu unit.
“Jika mengalami kenaikan 10 persen saja. Maka untuk penumpang bisa mencapai 130 ribu, roda dua bisa 21 ribu dan roda 4 15.500 unit,” ungkap Heru.
Sedangkan untuk tollgate, imbuhnya, dari 8 tollgate yang akan dioperasikan. 4 diantaranya akan dikhususnya untuk kendaraan roda dua dengan sistem dua jalur pembelian tiket. Akan ada 8 loket pembelian tiket yang dibuka.
Fasilitas toll gate yang cukup banyak tersebut difungsikan agar pengendara kendaraan roda dua dan roda empat tidak mengantri hingga luar pelabuhan Bakauheni.

——————————————————-
MINGGU, 28 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...