Perdes Hatta Minimalisir Warga Buang Sampah Sembarangan

Bekas tempat pembuangan sampah
LAMPUNG – Tumpukan sampah yang berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di tepi jalan nasional sempat mengganggu pemandangan. Kini sampah sampah tersebut tak terlihat bahkan sudah bersih dari sampah yang bertebaran. Sampah yang sebagian besar merupakan sampah plastik dari buangan warga tersebut menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu pengendara kendaraan yang melintas.
Sampah yang teronggok di pinggir jalan nasional tepatnya di turunan Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung sebagian besar didominasi oleh sampah plastik, kaca maupun sampah non organik. Pemandangan tersebut menurut salah seorang warga Desa, Jumadi (34) sudah terjadi berbulan bulan.
Ia bahkan mengungkapkan sampah sampah tersebut diduga bukan merupakan sampah milik warga sekitar Desa Hatta terutama dilihat dari jenis jenis sampah yang ada di tepi jalan lintas Sumatera tersebut. Apalagi sampah yang berada di lokasi tersebut dibuang dalam karung karung dan kantong plastik beukuran besar.
“Sampah warga lokal sini umumnya sampah rumah tangga berupa plastik bungkus makanan dari pasar, daun atau sampah kertas, tapi ini sampahnya lebih modern,” ungkap Jumadi yang setiap hari melintas di lokasi sampah tersebut berada saat menuturkan kepada Media beberapa waktu lalu.
Baca : Sampah Menumpuk Di Jalinsum Diduga Buangan Dari Kota
Lokasi pembuangan sampah yang berada di tepi jalan tersebut kini sudah lebih bersih dari sebelumnya. Kebersihan tepi jalan yang kini lebih baik dari sebelumnya tak lepas dari peran pamong desa, pemuka kampung, ketua ketua RT serta perangkat desa dalam membuat peraturan desa (perdes) untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan. Papan dengan tulisan peraturan desa terpasang di area yang biasanya digunakan warga membuangs ampah sembarangan.
“Benar sudah kami himbau warga untuk tidak membuangs ampah sembarangan dan kami rapatkan di kantor desa beberapa waktu lalu agar warga dilarang membuang sampah sembarangan,” ungkap Kepala Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, Tumenggung Lekok saat dikonfirmasi Cendananews.com, Senin (8/6/2015).
Tumenggung Lekok mengungkapkan, perangkat desa telah sepakat membuat peraturan desa yang disepakati warga. Ketentuan tersebut dibuat agar warga desa maupun warga luar desa tak lagi membuang sampah di suatu tempat di tepi jalan.
“Kami membuat peraturan desa yang mengikat demi kepentingan bersama, sebab sampah merupakan pengganggu kesehatan, pemandangan apalagi desa Hatta di perlintasan,” ungkap Tumenggung Lekok.
Ia menegaskan peraturan desa tersebut akan ditegakkan dengan saling berkoordinasi dengan warga dan perangkat desa. Saling mengawasi jika ada warga buang sampah sembarangan maka akan diberi sanksi sosial berupa diberi teguran, mengambil sampah tersebut dan membuang pada tempat yang seharusnya. Semua pihak dilibatkan termasuk warga dalam mengawasi kebersihan lingkungan desa.
“Sanksi berupa denda uang belum kita terapkan, sementara akan kita panggil ke kantor desa agar mendapat pengarahan, jika masih membuang sampah sembarangan maka penerapan denda uang kemungkinan akan diterapkan,” ungkapnya.
Upaya tersebut terbukti mengurangi tingkat sampah yang dibuang di pinggir jalan, ia bahkan meminta warga menanami pohon pisang di bekas tempat pembuangan sampah yang telah dibakar dan dibersihkan.
Peraturan desa yang diterapkan di Desa Hatta agaknya berbanding terbalik dengan yang terjadi di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan. Sampah menumpuk masih terlihat di tepi jembatan dan bahkan sampah menumpuk hingga ke sungai.
Salah seorang warga, Sohini (45) mengaku sebagian besar warga yang membuang sampah justru bukan yang tinggal di tepian sungai melainkan dari daerah jauh. Ia berharap agar kepala desa lebih tegas menindak para pembuang sampah yang ada di dekat jembatan tersebut.

——————————————————-
Senin, 8 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...