Pertengahan Ramadhan Permintaan Kemplang Semakin Meningkat

LAMPUNG – Meskipun hari raya Idul Fitri masih belum tiba, namun pengrajin makanan kerupuk jenis kerupuk kemplang yang biasanya digunakan untuk oleh oleh sudah mendapatkan banyak pesanan, bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa. 
“Produksi kemplang semakin meningkat seiring banyaknya permintaan dari para penjual,”kata pembuat kemplang, Sulistiono bersama istri, Ratna Yunianti di Lampung, Minggu (28/6/2015).
Baca Juga: Produksi Kemplang, Sulistiono Mampu Berdayakan Kaum Perempuan di Desanya
Sulistiono mengaku selama ini tidak menjual kemplang buatannya secara langsung melainkan mendidtribusikannya kepada para penjual eceran yang banyak terdapat di pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung.
“Dua minggu menjelang hari raya Idul Fitri saya harus sudah menyetorkan kemplang kemplang ini ke sejumlah kios sebab seperti biasanya seminggu sebelum lebaran kami libur produksi,”ungkap Sulistiono kepada media Cendananews.com Sabtu (27/6/2015).
Ia menuturkan kenaikan permintaan tersebut terlihat dari banyaknya bahan pembuatan kemplang dibandingkan hari biasa. Ia mengaku normalnya dalam 1 bulan ia menghabiskan sebanyak 1 ton tepung tapioka serta bahan lainnya. 
Dalam sekali pembuatan yang menghabiskan sekitar 40-60 kilogram tepung tapioka tersebut Sulistiono mengaku bisa menghasilkan sekitar 18 ball plastik kemplang. Total keseluruhan kemplang dalam 18 ball kantong plastik besar tersebut mencapai 540 bungkus.
“Menyiasatinya kami menambah jumlah pekerja dan juga juga menambah bahan untuk membuat kemplang karena permintaan banyak, sudah menjadi kebiasaan kalau mudik lebaran banyak yang membeli kemplang,”ungkap Sulistiono.
Bahkan Sulistiono mengaku jika pada hari biasa para penjual di toko-toko di dalam pelabuhan Bakauheni, namun saat arus mudik nanti sudah banyak pemesan kemplang yang rata rata menjadi penjual kemplang “dadakan” di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.
Ia bahkan mengaku sudah ada sekitar 30 orang memesan kemplang kepadanya untuk dijual secara eceran. Permintaan tersebut tak seluruhnya dipenuhi karena Sulistiono lebih memprioritaskan kepada para langganan sebelumnya.
“Memang banyak permintaan tapi saya utamakan langganan saya dan langganan tersebut biasanya menjadi tempat para pembeli eceran mengambil kemplang untuk dijual kembali,”ungkap Sulitiono.
Ia bahkan mengungkapkan harga kemplang yang dipatok Rp4.500,- sebungkus saat musim mudik lebaran bisa mencapai Rp7.000,- hingga Rp8.000,- akibat banyaknya permintaan.
Ia berharap produksi kemplangnya bisa memenuhi kebutuhan para pedagang kemplang eceran yang selama ini menjadi langganannya. 
“Sekaligus bagi bagi rejeki mas karena memberi lapangan pekerjaan lagi kepada para penjual kemplang, kita kan hanya memproduksi saja,”ungkap Sulistiono serta isterinya Ratna.

——————————————————-
MINGGU, 28 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...