Phinisi Riwayatmu Kini


CENDANANEWS (Liputan Khusus) — Indonesia telah di kenal sebagai negri bahari, Tak hanya dikenal memiliki pelaut-pelaut ulung dan gagah berani, Nusantara juga memiliki sebuah perahu tradisional, yaitu kapal layar phinisi. 
Kisah tentang tanah empu pembuat perahu  phinisi dari tanah Beru, lemo-lemo, Ara dan para pelaut dari Bira, Kabupaten Bulukumba,  telah membuktikan kesejarahannya. Keindahan dan kekokohan perahunya dalam menghadapi keganasan ombak  dan terpaan badai, telah melahirkan cerita-cerita kepahlawanan yang mengagumkan, meski sejak beratus tahun para pelaut semata-mata hanya mengandalkan petunjunk alam, yaitu melihat dan memperkirakan letak bintang beserta arah mata angin, dahulu kala mereka pernah ditakuti di seluruh perairan Asia.
Hingga kini kapal layar mesin (KLM) phinisi masih setia menemani para pelaut di Nusantara dan mendominasi angkutan barang antar pulau,  meski harus bersaing dengan kapal mesin (KM) yang bobotnyah lebih besar dari kapal phinisi. Namun kapal layar phinisi tetap menjadi andalan transportasi laut sebagai armada rakyat yang murah meriah. Di Pelabuhan Sunda Kelapa  Jakarta misalnya, kita masih bisa menyaksikan Phinisi yang berjajar dengan tiang layarnya yang tinggi menjulang, dengan muatan sarat, berupa beraneka ragam kebutuhan, dari barang bangunan, makanan, hingga biji sawit. Seperti kebiasaan sejak dulu, mereka berlayar tanpa jaminan asuransi meski perjalananya penuh dengan resiko.
‘Minimnya tempat berlabuh hingga pergerakan keluar masuk bagi phinisi tidaklah mudah, perlu kejelian bagi sang nahkoda untuk menjalankan kapalnya agar tidak bersentuhan dengan kapal lain, terkadang keberangkatan kapalpun harus di atur oleh pasang surutnya air laut hingga menunda waktu di karenakan dangkalnya permukaan air laut’ ujar Daeng Basso, salah satu nahkoda Phisisi Nusantara yang melegenda. Sangat di sayangkan, padahal kapal layar phinisi merupakan pelopor kapal layar rakyat dan menjadi sumbu sejarah kejayaan maritim di Nusantara, namun perhatiannya kurang memadai.
Selama ada laut para masyarakat pesisir, pelayaran dan pelabuhan akan tetap hidup. Tindakan pemerintah yang di perlukan sebagai pengawas tunggal pantai dan pelayaran adalah pengerukan pelabuhan, perluasan, peremajaan kapal dan bantuan modal untuk menunjang sector transportasi laut khususnyah pelayaran rakyat. Latar belakang budaya dan sejarah diperlukan untuk menganalisai prediksi masa depan. Agar peninggalan sejarah dan budaya terpelihara dengan baik.

———————————————————-
Sabtu, 6 Juni 2015
Penulis/Jurnalis : Syamsudin Ilyas
Foto : Syamsudin Ilyas
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————————-
Lihat juga...