PLN Ruteng: Pemasangan Jaringan Listrik Ke Gololambo Ilegal

FLORES – Pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Ruteng, Flores, NTT, akhirnya memberikan penjelasan perihal status jaringan listrik ke Desa Gololambo. Sebelumnya diungkapkan warga Gololambo, PLN Ruteng menolak bertanggung jawab terhadap jaringan ke wilayah desa tersebut.

Baca juga : Warga Sebut PLN Ruteng Tolak Tanggung Jawab Jaringan ke Gololambo

Ternyata benar seperti yang diungkapkan warga, jaringan listrik yang sudah terpasang  ke wilayah Desa Gololambo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, diakui PLN Ranting Ruteng ilegal. Hal tersebut secara tegas disampaikan oleh Kepala PLN Ranting Ruteng, Soeharto, ketika ditemui CND di ruang kerjanya, Senin (29/06/2015) pukul 15.00 sore.
“Memang yang pasang jaringan itu mitra kerja PLN, tapi mereka melakukan pekerjaan itu bukan atas dasar koordinasi dengan PLN. Saya juga kaget, kok tiba-tiba ada jaringan,” jelasnya.
Beliau menduga, pemasangan jaringan listrik ke Gololambo terjadi hanya atas dasar kesepakatan antara calon pelanggan dengan kontraktor instalatir. “Pelanggan ‘kan mau listrik. Pelanggan sepakat membeli kabel dan instalatir menyediakan tiang. Tiang itu pun diambil tanpa sepengetahuan PLN,” ungkapnya.
Padahal proyek resmi PLN, kata Soeharto, selalu harus ditandai dengan Surat Perintah Kerja dari pihak PLN kepada kontraktor yang melaksanakan pekerjaan. Sementara itu, aktivitas pemasangan jaringan ke Desa Gololambo, diakuinya, tidak memiliki Surat Perintah Kerja dari PLN Ranting Ruteng.
Soeharto membantah perihal adanya dugaan rencana perluasan jaringan listrik ke Gololambo. PLN Ranting Ruteng, dikatakannya, hingga sejauh ini belum memiliki rencana perluasan jaringan ke wilayah tersebut.  Karena itu, Soeharto mengakui, PLN Ruteng tidak bisa mengakomodir begitu saja jaringan listrik yang sudah dipasang tersebut.
“Belum bisa kami operasikan karena kami anggap itu belum selesai. Artinya, kalau selesai harus sesuai dengan standar PLN. Kalaupun nantinya ada perluasan jaringan, jaringan itu pasti akan kami bongkar,” tegasnya.
Dirinya menilai, jaringan listrik ke Gololambo tidak memenuhi standar kerja PLN. Pemasangan jaringan listrik ke wilayah tersebut, pasalnya, dikerjakan oleh CV Karya Teknik (bukan seperti yang diberitakan sebelumnya, CV Karunia Teknik) dengan menggunakan tiang bekas yang diambil dari Ulumbu.
Jarak antara tiang, diakui Soeharto, juga menyalahi ketentuan PLN. “Seharusnya antara tiang menurut standar PLN hanya berjarak 50 meter, bukan 100 meter”, pungkasnya. 
——————————————————-
SELASA, 30 Juni 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Fotografer : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...