Polisi Peduli Kesenian Ikut Lestarikan Kearifan Lokal

Polisi Peduli Kesenian
LAMPUNG –  Peran polisi di masyarakat sebagai pengayom tak hanya dalam hal menjaga keamanan serta berkoordinasi dengan masyarakat. Namun juga menampilkan sisi humanisme sebagai anggota polisi bagian dari masyarakat itu sendiri.
Hal tersebutlah yang dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas Polsek Penengahan Lampung Selatan Polda Lampung. Salah satu upaya pendekatan humanis tersebut dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas Polsek Penengahan Bripka Safit Adi Priyono. Menurutnya anggota polisi harus dekat dengan masyarakat dan tidak boleh justru ditakuti oleh masyarakat.
“Kami selalu berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menjaga hubungan baik antar masyarakat dan polisi diantaranya dengan kegiatan kesenian yang rutin dilakukan di desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang,” ungkap Bripka Safit Adi Priyono kepada Cendananews.com Jumat (12/6/2015).
Menurut Safit, sisi lain yang tak kalah penting dari peran polisi dalam melakukan aktifitas ditengah masyarakat adalah bagaimana menampilkan sisi humanisme sebagai polisi bagian dari masyarakat itu sendiri, salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Bripka Safit sebagai anggota Bhabinkamtibmas adalah melalui program seni budaya atau polisi peduli kebudayaan.
Ia mengungkapkan, sebagai desa yang memiliki ciri khas budaya Bali di daerah tersebut memiliki grup seni budaya Bali Dharma Semara serta Seni gong Bali yang ditampilkan dalam kegiatan ritual keagamaan maupun tradisi Bali.
Kepedulian anggota polisi akan kesenian dan kebudayaan tradisional tersebut menurut Safit, dilakukan dengan ikut melakukan kegiatan latihan kesenian yang dilakukan seminggu sekali serta menjelang perayaan hari besar keagamaan Hindu di desa Sumbernadi yang mayoritas warganya memeluk agama Hindu. Selain itu tak jarang dukungan moral dan finansial pun diberikan kepada anggota kesenian agar tetap berjalan.
“Ikut berbaur serta mendengarkan aspirasi warga terkait kesenian yang ada di desa tersebut, dalam hal ini polisi peduli kebudayaan adalah bagian dari kepedulian terhadap kesenian dan kebudayaan, yang merupakan bagian dari kearifan lokal yang kemudian diakomodir oleh polisi sebagai wujud kreatifitas,”ungkap Bripka Safit.
Selain grup kesenian tersebut tarian Bali yang dipergunakan untuk upacara keagamaan dan ditampilkan sebagai kesenian saat ada kegiatan membuat anggota polisi benar benar terlibat dan terjun langsung ke masyarakat.
Aktifitas yang juga diikuti oleh anggota Bhabinkamtibmas lain Bripka Nurkholis, Bripka Yulius anggota Polsek Penengahan dimaksudkan untuk menciptakan kebersamaan dengan masyarakat.
Sementara itu salah satu pamong Desa Taman Sari yang merupakan Sekretaris Desa Sumbernadi I Wayan Suwarno mengungkapkan peranan Bhabinkamtibmas selama ini sangat dirasakan oleh masyarakat.
“Bagi kami polisi ya yang dekat dengan masyarakat, ikut terlibat dalam kegiatan kegiatan yang ada di masyarakat meski dalam bidang kesenian dan ini justru semakin mendekatkan polisi dan masyarakat,”ungkap I Wayan Suwarno.
Kegiatan anggota polisi yang hadir, berada bersama dengan masyarakat tersebut tentunya menjadi sarana yang positif, selain memberikan warna baru, juga untuk menciptakan kebersamaan antara masyarakat dengan polisi dalam menjaga, melestarikan dan terus berupaya mewariskan seni budaya sebagai bagian dari kearifan lokal yang indah.
Kedekatan polisi dan masyarakat tersebut menurut I Wayan berdampak juga kepada adanya kerjasama menciptakan tujuan untuk memelihara keamanan dan ketertiban.
“Para anggota polisi juga sekaligus ikut membina kesenian di desa kami sekaligus memberi dukungan agar kesenian tradisional yang ada di desa kami tetap lestari,” ungkap I Wayan.
Ia berharap dengan adanya kepedulian anggota Bhabinkamtibmas justru memberi kekuatan pada kebersamaan masyarakat sehingga aktifitas masyarakat diarahkan ke hal hal yang positif diantaranya kegiatan kesenian Bali.

——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...