Polres Lamsel Koordinasi dengan Dishub Tekan Pelemparan Bus

Bus yang kacanya pecah kena lemparan batu

LAMPUNG – Maraknya aksi pelemparan batu kepada kendaraan menjadi perhatian serius dari pihak Polres Lampung Selatan. Menyikapi kejadian tersebut Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Lampung Selatan dan segera mengambil tindakan untuk aksi tersebut.
Kasat Lantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto mengatakan pihaknya telah mendapat laporan dan koordinasi dari Dina Perhubungan Lampung Selatan terkait jejadian tersebut dan menegaskan akan segera mengambil tindakan atas aksi pelemparan batu kepada bus yang kerap terjadi di Jalinsum ruas Merak Belantung,Kalianda hingga Kota Dalam, Sidomulyo.
“Kurangnya lampu lampu penenrangan jalan serta lokasi yang berada di tikungan, gelap sehingga membuat jalur tersebut menjadi titik yang rawan untuk pengendara bus terutama saat adanya aksi pelemparan batu,” ungkapnya saat dikonfirmasi media CND Minggu (28/6/2015).
Ia mengatakan akan meminta kepada anggotanya untuk melakukan patroli pada jam-jam yang rawan terjadinya pelemparan batu terhadap para bus.
Patroli tersebut dilakukan untuk menindak atau memantau oknum yang melakukan aksi pelemparan di titik yang sering dicurigai menjadi lokasi pelemparan terhadap bus bus yang melintas. Patroli tersebut diharapkan akan bisa memberikan rasa aman kepada para pemilik armada bus trayek Bakauheni-Rajabasa.
Sementara itu pihak Dinas Perhubungan Lampung Selatan melalui
Deni Irawan selaku Kasi prasarana keselamatan angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan mengungkapkan kaca kendaraan sangat penting bagi bus bus trayek Rajabasa Bakauheni.
Menurutnya kaca yang pecah bisa membahayakan sopir karena pandangan yang menjadi terganggu. Selain itu kaca yang mudah pecah tersebut juga membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
“Rata rata sopir memiliki pengakuan seragam terkait pecahnya kaca depan dan samping akibat aksi pelemparan dan kita sudah koordinasi dengan Polres Lampung Selatan,”ungkap Deni.
Sebelumnya, salah satu sopir bus trayek Rajabasa Bakauheni, Ahmad (35) menyebutkan aksi pelemparan yang berakibat pecahnya kaca depan kendaraan jenis bus. Hal tersebut sudah sangat meresahkan, selain merugikan perusahaan bus secara ekonomi juga membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
Adanya keluhan tersebut terungkap saat dilakukan pemeriksaan cek fisik kendaraan yang masih berlangsung hingga kini hingga H-7 lebaran Idul fitri 1436 Hijriyah di pelabuhan Bakauheni dan terminal Rajabasa Lampung.
——————————————————-
MINGGU, 28 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...