Prospek Bagus Kelompok Masyarakat Budidayakan Jabon

LAMPUNG – Prospek budidaya tanaman Jabon atau dikenal masyarakat sebagai Jati Ambon  yang masih terbuka lebar membuat kelompok Tani Lestari di Kalianda Lampung Selatan Provinsi Lampung membudidayakan jabon sebagai tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk investasi. 
Menurut salah satu anggota kelompok Tani Lestari Suhadi (34) pembudidayaan jabon yang dilakukannya beranggotakan sekitar 10 orang dengan sistem pembagian bibit untuk masing masing anggota sesuai dengan luasan tanah yang dimiliki. Setelah bibit bibit tersebut siap ditanam maka masing masing anggota akan mendapat jatah untuk ditanam di lahan yang telah disiapkan.
Menurut Suhadi, dibandingkan dengan jenis jenis kayu lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya cepat sehingga bagus untuk investasi para petani. Selain itu permintaan akan tanaman jabon baik dari mulai bibit hingga sudah siap panen tetap masih banyak.
“Kalau di kelompok kami bisa membelinya dengan murah dan bisa mendapat jumlah banyak dengan hanya mengganti uang perawatan, sementara untuk kelompom kami memiliki uang kas dari hasil penjualan bibit dan juga saat panen dua puluh persen untuk kas,”ungkap Suhadi kepada CND Sabtu (27/6/2015).
Ciri khas tanaman jabon selain pertumbuhannya sanagt cepat, berbatangs ilneder dan lurus, kayunya berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serta dan sangat bagus untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.
Selain itu ungkap Suhadi, anggota kelompoknya yang rata rata memiliki minimal satu hektar tanaman jabon mengaku pada masa awal penanaman jabon lahan masih bisa digunakan untuk menanam tanaman jagung serta palawija.
“Sebelum tanaman tinggi mencapai dua meter lebih kita masih bisa menanam jagung disela sela tanaman jabon tersebut sehingga masih bisa memaksimalkan fungsi lahan,”ungkap Suhadi.
Sementara itu anggota kelompok lain Ahmad (36) mengaku potensi tanaman jabon yang ditanam oleh kelompok dibutuhkan pada industri kayu lapis playwood, meubelair dan bahan bangunan non kontruksi, sehingga dalam pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.
Ia mengaku sebelum membuat budidaya bibit diriya telah melakukan penanaman jabon tahap pertama sejak tahun 2010 dan ia mengungkapkan tinggi batang phon jabon ynag bisa terjual rata rata sudah mencapai 12 meter dengan harga jual sesuai diameter 30 hingga 50 centi bisa mencapai kisaran 1 juta hingga 2 juta lebih, bahkan jabon usia 8-10 tahun minimal bisa seharga Rp1,5 juta ke atas.
“Kalau permintaan naik dan jumlah persediaan sedikit harga bisa naik sehingga ini bisa menjadi peluang bagi kami,”ungkapnya.
Ia mengaku dalam 1Ha lahan tanaman jabon yang bisa ditanam sebanyak 500 batang dengan jarak 4×5 meter. Ia berharap dengan menanam jabon bisa menjadi investasi bagi anggota kelompok dan keluarganya.
“Untuk kebutuhan anak anak sekolah di jenjang lebih tinggi maka tanaman jabon cocok untuk tabungan apalagi kami hanya sebagai petani,”ungkap Suhadi.
Ia mengaku selain memiliki lahan setengah hektar yang sudah ditanami jabon berumur 3 tahun ia berencana menyewa lahan lagi untuk menjadi tempat penanaman jabon.

——————————————————-
JUMAT, 26 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...