Pukat Harimau Milik Kapal Asing buat Nelayan Kedonganan Resah

DENPASAR – Kampung Nelayan Tradisional Kedonganan Banjar Segara, Badung, berbatasan langsung dengan Jimbaran. Disini pusat distribusi ikan ke pasar-pasar dan tempat-tempat lainnya. Sebagian nelayan merupakan pendatang dari Jawa Tengah, Madura, dan Banyuwangi. Sisanya adalah nelayan lokal Bali asli Kedonganan. 
Persiapan sebelum melaut antara lain kesiapan perahu, stabilitas mesin motor penggerak perahu, jaring ikan, bekal konsumsi, dan Bahan bakar premium. Untuk sekali melaut para nelayan harus mengeluarkan modal sampai 450,000 rupiah.
Permasalahannya sekarang adalah hasil tangkapan mereka dalam dua bulan terakhir ini tidak sebanding dengan modal awal yang mereka keluarkan. Penyebabnya adalah Kapal-kapal besar berbendera Filipina pengguna Pukat Harimau banyak menghabiskan ikan di perairan yang biasa didatangi nelayan tradisional Kedonganan mencari ikan. Selain itu musim angin kencang semakin membuat nelayan menderita karena tidak mendapatkan ikan sesuai keinginan mereka.
Ahmad Irfan, nelayan asal Jawa Tengah mengutarakan bahwa ia kemarin hanya mendapatkan dua ekor ikan tongkol ukuran sedang.
“Laut seperti kosong dari ikan, dan itu belum ada angin kencang. Dan ketika angin kencang datang maka penderitaan kami semakin bertambah,” kata Ahmad Irfan.
Permasalahan nelayan tetap sama, yaitu kapal-kapal pengguna Pukat Harimau dengan begitu sangat luar biasa menggerus ikan-ikan di wilayah mereka.
“Kita tidak mengerti itu resmi atau tidak, yang jelas tiba-tiba sudah ada kapal besar, ya mau bagaimana lagi?,” tambah Umar, rekan Ahmad Irfan.
Apa yang dialami nelayan Kedonganan merupakan tamparan keras bagi kedaulatan laut negeri ini. Resmi atau tidaknya kapal-kapal besar pengeruk ikan itu, tetap saja penggunaan Pukat Harimau sangat tidak adil bagi nelayan tradisional seperti Ahmad Irfan dan kawan-kawan.

——————————————————-
Jumat, 5 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...