Ramadhan Membawa Berkah Bagi Seniman Henna

CENDANANEWS (Balikpapan) – Mempercantik penampilan dengan cat kuku mungkin sudah biasa bagi wanita. Namun Wanita yang akan menikah tentunya akan mempercantik penampilannya dengan hal yang lebih berwarna dan menarik perhatian bagi para undangan yang datang. 
Budaya mewarnai kuku kaki dan tangan menjelang pernikahan dengan daun pacar salah satu upaya untuk mempercantik mempelai wanita. Dan belakangan ini, dalam sebuah resepsi pernikahan, semakin sering terlihat bagian tangan dan kaki mempelai wanita tak sekedar diwarnai dengan daun pacar, namun juga dilukis dengan henna. Layaknya sebuah tato permanen, hiasan di kedua tangan dan kaki tersebut dilukis secara manual oleh seniman henna, dengan beragam ornamen sesuai keingingan.
Adinda Taniarti salah satu seniman henna yang memulai karyanya tahun 2011 yakni menekuni seni melukis tubuh. “Henna yang saya gunakan ada dua macam. Natural dan yang instant,” jawabnya dalam sebuah kesempatan, Sabtu (27/6/2015).
Di India, henna dikenal dengan mehndi. Mehndi merupakan salah satu cara mempercantik diri selain memakai make up atau perhiasan. Bisa dipakai sehari-hari, atau memegang peran penting dalam acara khusus seperti pernikahan. Tangan mempelai perempuan akan di hias mehndi dari ujung jari sampai siku, dan di kaki dari ujung kaki sampai lutut. Nama mempelai laki-laki akan di tuliskan secara tersembunyi di sela-sela mehndi yg di pasang.
Dinda menyebutkan, henna instant paling digemari pelanggannya. Bukan saja proses memerahnya yang cepat tapi juga warna yang dihasilkan jauh lebih terang. Sangat cocok untuk kulit orang Indonesia yang cenderung kuning langsat dan sawo matang. Para penggemar henna juga suka mengaplikasikan henna dengan taburan warna – warni. Termasuk menambahkannya dengan permata yang saat ini sedang tren. 
Seiring dengan semakin populernya body painting yang awet hingga sepekan, peminatnya pun semakin meluas. Tidak saja pada calon pengantin wanita tapi juga para lajang. Terbukti dengan banyaknya permintaan yang dilayangkan pada Dinda, sapaan akrabnya. “Untuk wanita-wanita yang akan menikah ada di luar itu juga banyak,” imbuhnya. 
Itu karena motif yang dibuat tidak monoton. “Saya mempelajari metode cara meracik henna yang pas dan juga metode menggambar henna yang benar. Akhirnya saya bisa berkreasi dengan karya henna sendiri, tanpa melihat dari contoh,” serunya menggebu.
Tampil beda dengan henna pun tak menguras isi kantong karena tarif yang dipatok umumnya terjangkau. Tergantung tingkat kerumitan design. “Ada design yang simple, medium dan hard,” pungkasnya.
Di bulan Ramadan biasanya permintaan juga meningkat. “Ramadan biasanya permintaan meningkat dan design yang diminta juga bervariasi. Mereka yang datang buat persiapan lebaran untuk mempercantik penampilan,” sambungnya.
Lanjut Dinda, tarif untuk melukis henna juga bervariasi dari harga Rp50 hingga Rp400 ribu. Pendapatan yang diperoleh satu bulannya bisa sampai Rp3 juta sampai Rp5 juta. “Kalo lagi rame pelanggan bisa sampai Rp5 juta. Apalagi kalo bulan nikah,” tutupnya.
———————————————————-
Sabtu, 27 Juni 2015
Jurnalis :Ferry Cahyanti
Foto : Ferry Cahyanti
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————————-
Lihat juga...