Rawan Mahar, Panwaslu Balikpapan Awasi Penjaringan Parpol

Kantor Panwaslu Balikpapan
BALIKPAPAN – Meski Pemilihan Kepala Daerah digelar tak lama lagi, belum satupun partai politik di Balikpapan, Kalimantan Timur yang sudah resmi mengusung calon. Sampai saat ini, parpol masih melakukan penjaringan, dan cenderung tertutup soal nama yang akan diusung. Kondisi ini yang diwaspadai Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Balikpapan, karena rentan terjadinya praktek jual beli dukungan.
Ketua Panwaslu Balikpapan, Jumiko menegaskan, akan mengawasi mulai dari proses maupun tahapan pemilihan walikota (pilwakot) termasuk kemungkinan terjadi praktek politik uang seperti pemberian “mahar politik”.
Menurutnya, sudah jelas dalam peraturan dilarang adanya “mahar politik” atau tidak boleh ada transaksi rupiah dari calon kepala daerah kepada partai politik (parpol). Karena parpol bakal  terancam sanksi jika menerima “mahar politik”  . 
“Semua tahapan yang sudah dilakukan KPU kita akan mengawasinya secara detail. Proses pengawasan kita melalui Panwas Kecamatan, juga bekerjasama dengan masyarakat. Kalau memang masyarakat menemukan indikasi pelanggaran, kami persilahkan melaporkan ke Panwaslu Kota Balikpapan,” jelas  Jumiko, Senin (15/6/2015).
Dia menambahkan, meski sudah jelas aturan larangan mengenai “mahar politik” namun pemberian imbalan ke parpol oleh bakal calon (balon) masih cukup rawan terutama saat parpol membangun koalisi.
Larangan “mahar politik” itu diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota jelas disebutkan,” katanya.
Dalam aturan itu jelas disebutkan, jika terbukti akan didiskualifikasi dan parpol bakal dikenai sanksi berat larangan mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama.
Di Balikpapan saat ini sudah muncul dua pasang calon yang diusung parpol yakni Rizal Effendi – Rahmad Mas’ud kemungkinan diusung PPP-Hanura namun pasangan ini masih menunggu SK DPP.
Sedangkan  Heru Bambang – Syukri Wahid diusung koalisi Demokrat dan PKS dan PBB sudah mulai mensosialisasikan ke publik melalui baliho-baliho yang terpasang di ruas jalan.
Kemungkinan masih ada dua calon lagi yakni yang diusung yakni Partai Golkar termasuk menunggu sinyal dari PDI P dan Nasdem.
——————————————————-
Senin, 15 Juni 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Fotografer : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...