Regenerasi Kunci Eksistensi Kesenian Jegog di Jembrana Bali Barat

Kesenian Jegog
DENPASAR – Musik Tradisional Jegog Jembrana, Bali Barat merupakan kesenian tradisional masyarakat Bali khususnya Jembrana merupakan kehidupan sosial sehari-hari masyarakat.
Kesenian Jegog selalu dipakai dalam upacara-upacara besar keagamaan atau seremoni penyambutan tamu penting kabupaten dan tamu kenegaraan jika ada kunjungan ke Jembrana.
“Sampai hari ini kesenian Jegog merupakan produk tradisi unggulan Jembrana yang tetap eksis,” tutur Nyoman Sutama, Ketua sekaligus pemilik kelompok musikal tradisional Jegog Jembrana, Bali Barat.
Bagi Nyoman, dengan memiliki dua grup Jegog merupakan wadah untuk menuangkan kreatifitas musik tradisional secara lebih maksimal.
Ia dan rekan-rekan seniman Jegog yang tergabung didalam kelompok musik miliknya selalu berusaha meningkatkan profesionalisme kesenian Jegog di Industri pariwisata Jembrana.
Sejak tahun 1989, rahasia Nyoman Sutama dalam mempertahankan tradisi musik Jegog adalah regenerasi para senimannya. Ia selalu menjaga perputaran regenerasi secara berkala agar bisa eksis.
“Hari ini kami di lapangan puputan Renon, namun tanggal 30 Juni kami di Art Center, akan ada gebrakan hebat, karena nanti akan dipadukan dengan orkestra,” jelas Nyoman dengan bangga.

——————————————————-
Sabtu, 13 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...