Ribuan Guru di Maluku akan Diikutkan dalam Program Afirmasi

Kadispora Provinsi Maluku, Saleh Thio
AMBON – Sebanyak 7.032 guru mulai tingkat SD, SMP dan SMA sederajat di Provinsi Maluku agar tidak dialihfungsikan sebagai tenaga administratif diharuskan mengikuti program afirmasi guna meraih gelar sarjana strata satu dari Universitas Terbuka (UT).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Provinsi Maluku, Saleh Thio dalam rapat kerja dengan pimpinan dan anggota komisi D DPRD Maluku yang dipimpin Suhfi Madjid di Ambon, Rabu (24/6/2015) mengatakan ribuan pahlawan tanpa jasa (guru) di provinsi seribu pulau itu yang sudah divalidas berjumlah 7.032 orang, guru tingkat guru SD, SMP serta SMA/sederajat.
Dikatakan, hal itu dilakukan merujuk ketentuan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Menurutnya, jumlah tersebut akan bertambah sebab di seluruh kabupaten kota se-Maluku masih diberikan ruang hingga Agustus 2015. Ribuan guru itu akan kuliah pada 27 titik yang dibuka pihak UT di provinsi seribu pulau itu.
Kata Saleh, jika para guru yang tidak ikut program ini dan hanya memiliki ijazah SMA sederajat, maka mereka tidak diwajibkan untuk mengajar siswa. Alasannya, sebab sesuai ketentuan UU setiap guru yang bukan sarjana (S1) akan dialihkan sebagai tenaga administrasi.
Kata dia, saat ini Provinsi Maluku menjadi pilot project program afirmasi untuk 2015 ini. Katanya, pemerintah pusat telah menyiapkan dana bantuan pendidikan bagi para guru tersebut.
“Guru SD dan SMP akan mendapatkan Rp 3,5 juta per guru tiap tahun, serta Rp 5,5 juta kepada guru SMA,” katanya.
Jika hingga Agustus 2015 masih ada tambahan maka jumlahnya akan berubah dan para peserta akan mengikuti kuliah di UT secara bervariasi. Yakni satu sampai dua tahun dengan menggunakan pola PPKHB.
Kata dia, penerapan pola ini sesuai pengakuan dari hasil penilaian kinerja, ada point-point tertentu yang nanti disinkronkan dengan nilai mata kulaih.
Sesuai ketetuan UU nomor 14 tahun 2005 untuk lanjut Saleh, penerapannya belum terlambat meski sekarang baru disupport. 
“Selama ini ada langkah-langkah yang dilakukan, namun keterbatasan fiskal, sementara jika menggunakan sumber dana dari APBD sangat terbatas jumlahnya,” katanya.
——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...