Sarni, Penjual Jamu Gendong yang Berhasil Sekolahkan Ketiga Anaknya

Sarni, Pedagang Jamu Gendong di Malang
MALANG – Siapa yang tidak pernah merasakan meminum jamu?. Memang tidak semua masyarakat Indonesia suka minum jamu, kebanyakan dari mereka lebih memilih meminum obat dibandingkan meminum jamu. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang gemar meminum jamu terutama jamu tradisional.
Sudah sejak 30 tahun yang lalu setiap hari Ibu Sarni sudah memulai profesinya sebagai penjual jamu gendong. Sarni memulai profesinya tersebut semenjak tahun 1985. Dia menjual berbagai jenis jamu tradisional seperti jamu beras kencur, temu lawak, temu ireng, brotowali dan juga jamu sirih.
Untuk secangkir atau sebungkus jamu, Sarni hanya memberi tarif Rp. 2.000,- kepada pelanggannya. Sarni mengaku bahwa jamu buatannya terbuat dari bahan alami tanpa pengawet.
Dengan menggunakan selendang untuk menggendong beberapa botol bekas air mineral sebagai wadah jamu, serta topi caping yang terbuat dari anyaman, sejak tahun 1995 Sarni berkeliling menawarkan jamunya dari satu fakultas ke fakultas yang lain yang ada di Unkversitas Brawijaya (UB). 
Menurutnya mahasiswa UB banyak yang menjadi pelanggan setia jamunya sehingga dengan hanya berkeliling kampus UB jamunya sudah bisa habis terjual. Sarni mengaku dalam sehari dirinya bisa membawa pulang uang sekitar Rp. 50.000-100.000,- dari hasil menjual jamu.
Sarni yang merupakan orang asli Solo ini berjualan jamu untuk menyekolahkan ketiga anaknya. 
“Alhamdulillah ketiga anak saya sekarang sudah lulus sekolah dan sudah bekerja”, ujarnya. 
Meskipun anaknya hanya lulusan SMK, namun salah satu dari tiga anaknya sekarang ada yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sumatera.
Dulu anak dan suaminya tinggal bersamanya di Malang di Jalan Maijen Panjaitan. Tapi sekarang saya cuma tinggal sendiri di Malang karena anak-anak sudah bekerja.
“Suami saya juga memilih pulang ke Solo untuk bertani disana,”jelas Sarni.
——————————————————-
Jumat, 5 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...