Sesudah Lebaran, Masjid Unpatti Ambon Titipan Soeharto Direnovasi

Masjid YAMP Universitas Pattimura Poka Ambon Maluku
AMBON – Satu lagi masjid yang dibangun oleh Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) yang diketuai Presiden RI Kedua, Almarhum HM. Soeharto di Maluku, yakni Masjid Unpatti Ambon.
Mesku 18 tahun berdiri di Kota Ambon Provinsi Maluku tepatnya di Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Kecamatan Teluk Ambon Baguala, hingga detik ini, tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah terkait  pemeliharaan / perawatan fisik masjid titipan Almarhum HM Soeharto tersebut.
Wartawan CND ba’da ashar Selasa sore (23/6/2015) ketika menengok masjid YAMP Kampus Universitas Pattimura melihat, masjid yang sudah berusia 18 tahun (1997-2015) itu, hingga kini tetap kokoh.
Meski tampak beberapa sisi bangunan sudah mulai rusak misalnya pada atap, plapon dan keretakan pada beberapa dindingnya, tapi hasil karya Presiden RI Kedua RI Alamrhum H.M Soeharto itu, masih tetap dipakai untuk beribadah oleh dosen/pegawai serta para mahasiswa muslim di kampus tertua di provinsi seribu pulau tersebut.
Dewan Masjid Kampus (DMK) Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila Universitas Pattimura Ambon, DR. H. Yunus Rahawarin, saat ditemui di masjid ba’da Ashar Selasa (23/6/2015) mengatakan, untuk pemeliharaan dan perawatan fisik masjid, ditanggung atau swadaya para dosen dan pegawai muslim di kampus Unpatti Ambon, juga bantuan sukarela mahasiswa muslim.
“Untuk pengecatan, mengganti lampu listrik dan pembayaran rekening listrik itu dari dosen dan pegawai,” ungkapnya.
DR. H. Yunus Rahawarin mengakui, sejak masjid Unpatti Ambon diresmikan pada 25 November 1997 oleh Ketua Yayasan Amablbakti Muslim Pancasila, Almarhum H.M Soeharto, sampai sekarang belum pernah direhab dan direnovasi.
Direncanakan, renovasi yakni pelebaran masjid mengingat bengkaknya jamaah, akan dilakukan pasca lebaran idhul fitri tahun ini.
Untuk anggaran pemugaran sendiri, menurut DR. H. Yunus Rahawarin, bersumber dari sumbangan sukarela dan swadaya dari para dosen dan pegawai serta mahasiswa khususnya muslim di kampus Unpatti Ambon.
DR. H. Yunus Rahawarin
Masjid yang bisa menampung 400 jamaah itu untuk pemugaran para dosen dan pegawai muslim menyumbang sukarela per orang 100 ribu hingga 200 ribu. Ada juga sumbangan sukarela dari para mahasiswa muslim di kampus tersebut.
Diakuinya pula, selama ini untuk pemeliharaanfisik masjid tidak pernah ada bantuan dari pemerintah. Hanya kementerian agama menyumbang kitab suci Al Qur’an saja.
Untuk itu Rahawarin berharap, dengan rencana renovasi pasca lebaran nanti, dibutuhkan bantuan dari pihak Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila.
“Yang jelas, selama ini tidak ada bantuan dari pemerintah. Kami berharap dengan rencana renovasi insyaallah setelah lebaran nanti, pihak Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila bisa membantu kami,” harapnya.
Untuk imam (pemimpin sholat), biasanya para dosen dan pegawai di kampus tersebut memimpin jamaah secara bergilir.
Kegiatan utama dalam ramadhan saat ini selain sholat, Rahawarin yang juga dosen Unpatti Ambon ini menjelaskan, amaliyah ramadhan diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan.
Diantaranya, tadarrus, kajian islami secara intensif, ceramah, juga dibuka dapur ramadhan untuk para dosen, pegawai dan mahasiswa muslim di kampus Unpatti Ambon itu guna buka puasa bersama.
Lanjutnya, materi kajian intensif biasanya fiqih, muamalat, dan pemikiran islam kontemporer.

——————————————————-
RABU, 24 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...