Siasati Fluktuasi Harga Cabai, Pedagang Terapkan ‘Subsidi Silang’

Pedagang di Pasar Tabanan
DENPASAR – Pergerakan harga cabai di pasar Tabanan mengalami fluktuasi setiap harinya. Hal ini terpengaruh dari pergerakan harga cabai luar pulau yang belum menemukan harga tetapnya di bulan Ramadhan.
Harga cabai rawit merah masih berkisar di harga 17,000 rupiah per kilogram, namun seringkali mengalami lonjakan mencapai 20,000 rupiah per kilogram.
Hal tersebut berlaku sama untuk cabai merah besar kelas Super. Harga 20,000 rupiah per kilogram dapat sewaktu-waktu melonjak ke 24,000 rupiah per kilogram setiap harinya, tergantung pergerakan harga cabai di luar pulau.
Atari, penjual cabai mengungkapkan fluktuasi harga cabai masih bisa disiasati dengan mencampur stok yang ada dengan pasokan baru.
“Misalnya saya ada stok cabai merah besar super di harga jual 21,000 rupiah per kilogram, namun datang pasokan dengan harga jual 24,000 rupiah per kilogram, maka harga tersebut bisa disubsidi silang agar lonjakan harga tidak terlalu memberatkan pembeli. Disamping itu stok saya aman serta terhindar dari kerugian akibat pembusukan karena terlalu lama mengendap di kios,” jelas Pak Atari kepada CND.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Sandi pedagang cabai di ujung pasar Tabanan. Ia seringkali melakukan subsidi silang untuk cabai harga jual 24,000 rupiah per kilogram dengan cabai harga jual 27,000 rupiah per kilogram.
“Dengan subsidi tersebut saya bisa menjual cabai merah besar super di harga 24,000 rupiah sampai 25,000 rupiah per kilogram,” kata Ibu Sandi.
Subsidi silang menyiasati harga jual cabai agar tetap murah di beli masyarakat merupakan salah satu cara ampuh bagi pedagang demi menjaga stabilitas stok sekaligus harga jual di pasar tradisional Tabanan serta bukan tidak mungkin dilakukan juga di pasar tradisional lainnya.

——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...