Sosok Sunarti, Guru yang Peduli pada Warga Sekitar

KULON PROGO – Meski dengan modal sendiri dan dengan waktu terbatas. Namun rasa kepedulian untuk mendidik dan memberdayakan masyarakat sangat tinggi. Itulah sosok Sunarti. Kepedulian dan perjuanganya dapat menjadi contoh bagi PNS lain.
Dengan ilmu yang dimiliki, melalui Sanggar Lily Batik, Sunarti mendidik anak-anak dan masyarakat sekitar, mulai mendesain batik, memproduksi batik, hingga melatih memasarkannya. Dengan harapan, kedepan anak-anak dapat mandiri.
“Saya harap dengan belajar mulai desain, membatik, mewarna, memasarkan, menimbulkan semangat anak-anak untuk menjadi pengusaha sukses,” kata  Sunarti, warga Pedukuhan II Desa Pandowan Galur, yang sehari-hari bekerja sebagai Guru Lukis dan Batik, Desain Kriya Tekstil di SMK N 5 Yogyakarta.
Dengan keterbatasan modal sendiri, Sunarti berjuang untuk sanggar binaannya yang dimulai dari nol agar dapat berguna bagi masyarakat. Sunarti berharap anak-anak disekitarnya dapat berpikir luas. Konsep kemandirian ditularkan agar dapat merubah corak kehidupan masing-masing, paling tidak dapat menghidupi diri sendiri dan tidak perlu merantau jauh.
Sunarti sendiri yang memang mampu dalam hal seni batik. Juga sering di daulat sebagai juri dalam berbagai lomba batik. Sejak tahun 2010 sudah mempunyai lebih dari 200 desain karya sendiri.
“Hanya dengan semangat kerja di landasi  ibadah dan peduli lingkungan, meski dengan waktu yang terbatas,” kata Sunarti.
Keharmonisan langkah bersama pasangan dalam menapak kehidupan juga sangat berpengaruh. Selain melayani pelatihan membatik, melalui sanggar ini juga, Sunarti yang didampingi Kantun (suami) menerima pesanan Batik Tulis, Batik Cap, Bahan Sandang, Taplak Sandang, Taplak Meja, Sarung Bantal, Bedcover, Sajadah.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo. didamping Wakil Bupati Sutedjo mengapresiasi kerja keras Sunarti, meskipun dengan waktu yang terbatas tetap masih peduli terhadap lingkungan.
“Dapat jadi tauladan bagi PNS lain, meski hanya memiliki sisa waktu sedikit, bisa mengajak bergotong royong masyarakat sekitar untuk berusaha,” kata Hasto saat secara simbolik membuka tabir Sanggar. Sebagai Icon penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong di Kulon Progo belum lama ini.
Hasto Wardoyo menilai prinsip Sunarti bagus sekali, dalam keterbatasan waktu masih meluangkan waktu untuk yang lain. Bahkan kepada Sunarti, Bupati juga memompa semagat karena hal seperti juga masih dilakukan Bupati saat ini.
“Meskipun dengan waktu yang terbatas, berusaha tetap bisa melayani pasien yang membutuhkan” Ujar Bupati Hasto Wardoyo.
Motif yang bagus dan variasi yang banyak juga mendapat sanjungan Bupati dan rombongan. Untuk pemasaran batik, di Kulon Progo sendiri juga terbuka lebar, karena ada sekitar 8 ribu PNS, dan 80 ribu siswa sekolah, belum ditambah masyarakat umum. Apalagi dengan adanya prinsip Bela Beli Kulon Progo,menjadi satu idiologi lokal dalam pembangunan ekonomi. Keberadaan Usaha seperti Lily batik akan bisa terserap di pasar khusunya di Kulon Progo.

——————————————————-
RABU, 24 Juni 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...